Bukannya Simpati, Politisi Jepang Malah Dikecam Fans Karena Menggunakan Kimetsu no Yaiba untuk Hal Ini!

Popularitas manga iblis Slayer: Kimetsu no Yaiba memang tidak diragukan lagi.

Meskipun Manganya sendiri telah lulus pada Mei 2020, tetapi popularitas Kimetsu tidak ada Yaiba terus meningkat.

Mulai dari skrining film terbarunya, Mugen Train pada bulan Oktober yang menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Jepang, sekarang manga oleh Koyoharu Gotouge telah menjadi tren booming di Jepang.

Ini dapat dilihat dari jumlah produsen, baik produsen pakaian untuk makanan menggunakan pola motif kotak hitam-hijau yang umumnya digunakan oleh Tanjiro sebagai bagian dari barang dagangan mereka.

Tren Pakaian Tanjiro yang sedang booming di Jepang tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tetapi beberapa politisi Jepang juga terlihat menggunakan kesempatan ini untuk menarik perhatian publik.

Salah satunya menggunakan motif pakaian Tanjiro pada poster kampanye pemilihan.

Seperti hal-hal yang dilakukan oleh Keisuke Mitsumoto, anggota partai Nippon Ishin no Kai yang saat ini anggota Dewan Kota Amagasaki, Prefektur Hyogo.

Karena sudah waktunya untuk pemilihan kembali, tim Keisuke akhirnya memutuskan untuk menggunakan popularitas iblis Slayer untuk menarik simpati penduduk.

Untuk menarik perhatian penduduk, Keisuke dan mitranya, Hirofumi Yoshimura membuat poster kampanye yang menampilkan foto mereka dengan latar belakang yang tampak hampir identik dengan pola Haori Tanjiro.

Selain itu, jenis font yang digunakan dalam poster juga memiliki kesamaan dengan jenis resmi kimetsu no yaiba logo.

Memang para politisi sedang bersaing untuk mendapatkan perhatian masyarakat di musim kampanye ini, tapi aksi kedua politisi yang terang-terangan menebeng kepopuleran Demon Slayer tidak dapat dihiraukan para penggemar.

Sejak poster-poster ini dipajang, penggemar setia Kimetsu no Yaiba melayangkan protes mereka di berbagai media online sambil bertanya-tanya, mengapa penerbit Shueisha dan juga berbagai pihak yang memiliki lisensi resmi franchise Demon Slayer tidak ada yang mengambil tindakan hukum atas hal ini.

Karena menurut para penggemar, tindakan sang politikus yang menumpang Demon Slayer untuk populer tidak memiliki izin resmi dari penerbit.

Namun walau begitu, pihak Shueisha menjelaskan bahwa tidak mudah untuk menggugat sesuatu yang sudah merupakan hal umum.

Seperti motif dasar kotak-kotak papan catur yang meskipun trend ini kembali naik berkat kepopuleran Demon Slayer, tapi hal ini adalah hal umum yang tidak bisa di gugat.

Sebenarnya, motif haori kotak-kotak ini sudah ada sejak zaman edo dan dikenal dengan sebutan motif Ichimatsu.

Motif yang di populerkan oleh aktor Kabuki, Sanogawa Ichimatsu ini sudah ada sejak abad ke-18 dan merupakan tren pakaian Edo di kalangan para wanita modis pada zaman itu.

Kebetulan saja, popularitas motif ini kembali naik setelah dipakai oleh tokoh utama Kimetsu no Yaiba.

Tapi yang dipermasalahkan oleh penggemar adalah motif kotak-kotak dengan corak hitam-hijau yang sangat mirip dengan motif haori Tanjiro.

Mengenai masalah ini, pihak Mitsumoto telah mempunyai alasan. warna hijau digunakan karena sesuai dengan warna lambang organisasi sang politisi bernaung.

Selain motif kotak-kotak, hal lain yang dikeluhkan penggemar adalah frase “Set Your Heart on Fire” (心 を 燃 や せ), yang digunakan dalam poster kampanye adalah frasa yang sama di poster film Mugen Train.

Namun, sekali lagi, perwakilan Shueisha mengatakan bahwa dengan frasa singkat yang umum digunakan, “Set your heart on fire”, akan sulit bagi perusahaan untuk mengklaim kepemilikannya, dan karenanya tidak benar-benar dalam posisi untuk mengajukan keluhan terhadap Mitsumoto atau tim kampanyenya.

Sebenarnya sekarang ini di Jepang, ada banyak produk yang di keluarkan dengan mengusung tema Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Seperti saputangan, casing smarthpohne dan aksesori lainnya dengan motif kotak-kotak khas karakter Demon Slayer.

Produk-produk tersebut banyak yang dikeluarkan secara ilegal atau tanpa memiliki izin resmi dari pihak penerbit.

Namun yang membuat penggemar geram adalah, kenekatan sang politisi untuk menggunakan desain mirip Kimetsu no Yaiba demi menarik simpati rakyat.

Karena menurut mereka, sangat tidak pantas menarik simpati rakyat dengan memanfaatkan kepopuleran manga yang mereka senangi.

Namun dengan banyaknya protes yang terjadi di berbagai platform online, mungkin sang politisi akan mempertimbangkan lebih jauh, cara mendapatkan simpati masyarakat dengan hal yang lebih baik.

Kalau menurut teman-teman bagaimana?

Apakah setuju menggunakan manga atau anime sebagai bahan kampanye?

Sumber: Soranews24

Sumber lain: animenyus.com

Check Also

Appli-style Merilis Majalah Yang Khusus Untuk Vtuber

Appli-Style baru-baru ini mengumumkan publikasi gaya VTuber, majalah pertama yang didedikasikan secara khusus untuk liputan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.