Telaga Monet, Permata Tersembunyi Jepang yang Terlihat Seperti Lukisan Legendaris Versi Nyata!

Telaga Monet

Telaga Monet di Jepang, Versi Nyata dari Lukisan Claude Monet Legendaris. 

Hingga lima tahun lalu, telaga monet hanyalah sebuah perairan kecil di luar Kota Seki, di Prefektur Gifu Jepang yang  bahkan tidak memiliki nama. 
Namun berkat keajaiban media sosial dan julukan yang menarik, telaga monet kini telah menjadi salah satu  destinasi wisata yang paling populer di Negeri Matahari Terbit.
Sebelum dikenal sebagai Kolam Monet, permata tersembunyi ini disebut Namonaki, atau “Kolam Tanpa Nama” dan telaga ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi objek wisata. 
Awalnya telaga monet ini dirancang sebagai waduk irigasi, tetapi setelah rusak pada tahun 1990-an, pemilik Taman Bunga Itadori yang terletak di dekat telaga monet memutuskan untuk merawat telaga tersebut dengan membersihkan gulma yang tumbuh dan membersihkannya. 
Dengan bantuan dewan lingkungan, pria itu mengisi danau dengan air bersih dari gunung  Koga, dan menanam bunga lili air yang indah. 
Belakangan, ikan mas Jepang juga disumbangkan oleh pemilik lokal yang tidak bisa lagi merawatnya.
Telaga Monet

Menurut GoGifu , pada musim panas 2015, foto-foto Kolam Namonaki yang indah – dengan airnya yang jernih, ikan mas Jepang yang berwarna-warni berenang dengan damai, dan lusinan bunga lili air yang membuat seluruh pemandangan tampak seperti lukisan Monet – menjadi viral di Internet. 
Orang-orang tidak dapat berhenti berbicara tentang betapa indahnya tempat itu, menanyakan apakah ini adalah tempat yang nyata dan di mana ia dapat ditemukan. 
Beberapa pengunjung menyadari bahwa telaga ini benar-benar mirip dengan lukisan monet pada tahun 1899 yang melegenda, sehingga masyarakat menyebut telaga ini dengan sebutan telaga Monet, dan begitulah telaga ini kini dikenal oleh seluruh dunia dengan sebutan ‘Telaga Monet” atau “Monet’s Pond”

Lukisan Monet 'Lily Air'

Telaga Monet



Mata air kolam ini tidak memiliki unsur hara yang membuat kolam sangat transparan. 
Warna kolam terus berubah seiring dengan pantulan cahaya. 
Pemandangan alam dari ikan mas berwarna-warni yang berenang di sepanjang bunga lili air sangat tidak realistis dan ajaib
Telaga Monet

Setelah viral pada tahun 2015 lalu, semakin banyak orang yang mulai mengunjungi Monet’s Pond. 
Meski begitu, diperkirakan butuh waktu lebih dari satu setengah dekade agar perairan murni ini mencapai potensi penuhnya sebagai objek wisata. 
Bahkan saat ini, foto-foto kolam menjadi viral secara online dari waktu ke waktu, dan jumlah wisatawan masih terus bertambah, sebagian besar berkat platform berbagi foto seperti Instagram. 
Hal yang menarik dari Monet’s Pond adalah tampilannya yang berbeda tergantung musim. 
Misalnya, bunga lili air mekar dari akhir Mei hingga akhir Oktober, sedangkan bunga lili air hijau segar dapat dilihat dari pertengahan April hingga akhir November, dengan yang berwarna terlihat dari akhir Desember hingga akhir Juli. 
Telaga Monet

Pada bulan November dan awal Desember, air kolam yang murni mencerminkan dengan sempurna daun musim gugur dari pohon maple di sekitarnya. 
Jadi kapan pun kamu ingin untuk berkunjung, tempat ini selalu menawarkan sesuatu yang berbeda. 
Blog Jepang Taiken melaporkan bahwa wisatawan tidak diperbolehkan memberi makan ikan di Kolam Monet, karena membuat air jernih menjadi kotor. 
Penggemar fotografi disarankan untuk berkunjung di pagi hari untuk memanfaatkan cahaya terbaik dan mengalahkan orang banyak. Tempat ini hanya sedikit lebih besar dari lapangan tenis sehingga bisa sangat ramai.
Bagaimana, mirip sekali bukan? 
Tertarik untuk berkunjung ke lukisan nyata ini? 
Sumber : Odditycentral

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.