Panutan Kaum Rebahan, Kisah sukses Pria Jepang Ini Berawal Dari Tidak Melakukan Apapun!

Kisah Sukses dari Pria yang Tidak Melakukan Apapun
Gambar Ilustrasi

Kisah Sukses dari pria yang tidak melakukan apapun.

Dia bisa mendengarkan mereka, memberikan balasan singkat, berjalan atau duduk di samping mereka, tapi selain itu, Ia tidak melakukan apapun.

Seorang pria Jepang berusia 37 tahun bernama Shoji Morimoto telah berhasil membangun kisah suksesnya melalui jasa ‘tidak melakukan apapun’. 

 Jika sebagian besar orang pada umumnya membangun kisah suksesnya melalui motivasi kuat untuk menghadapi berbagai cobaan dan kegagalan, maka lain halnya dengan pria satu ini.

Pria ini pada dasarnya berhasil membangun karir yang sukses dengan ‘menawarkan’ dirinya untuk tidak melakukan apa-apa. 

Namun tak diduga, Shoji berhasil dan ia dibanjiri dengan permintaan dari orang-orang yang hanya menginginkan dia di sisi mereka.

Shoji Morimoto sendiri adalah siswa teladan yang pandai dan giat bekerja keras. 

Usahanya itu mebuahkan hasil dan membuat Shoji memperoleh nilai bagus dan lulus dengan gelar master di bidang fisika dari Universitas bergengsi di Osaka. 

Setelah lulus, Ia mendapat pekerjaan sebagai editor buku di salah satu penerbit di Jepang, tetapi setelah tiga tahun bekerja tepatnya pada tahun 2017, ia berhenti karena menyadari bahwa itu bukanlah karir yang sebenarnya dia inginkan.

Pada 2018 lalu, ia mengakatan pada salah satu wawancaranya, bahwa keputusannya tersebut timbul setelah membaca Nietzsche, yang karyanya benar-benar mengubah perspektif Shoji tentang kehidupan.

“Saya melanjutkan ke sekolah pascasarjana karena orang-orang di sekitar saya melakukannya, jadi saya terhanyut begitu saja tanpa berpikir, saya jarang hidup atas inisiatif saya sendiri,” kata Morimoto, 

Pada Agustus 2018, Shoji Morimoto akhirnya mengumumkan layanan revolusionernya kepada dunia, melalui tweet yang kini terkenal.

Hanya dalam dua tahun setelah itu, Shoji Morimoto telah berubah dari sekadar pria paruh baya yang menganggur di Tokyo, menjadi selebritas kecil Jepang, dengan lebih dari 270.000 pengikut Twitter pada akhir 2020 lalu. 

Shoji juga mendapatkan banyak undangan untuk tampil di televisi nasional, wawancara di majalah, dan ia bahkan memiliki buku dan manganya sendiri di Amazon. 

Keberhasilan Shoji cukup mengejutkan, mengingat serangkaian kesuksesan ini berawal dari layanan yang pada dasarnya mengharuskannya untuk tidak melakukan apa-apa selain bertemu orang secara acak, mendengarkan cerita mereka, atau hanya secara fisik berada di sana untuk mereka. 

Ia pada dasarnya menyewakan dirinya kepada orang asing, dengan promosi berbentuk kalimat pemberitahuan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa selain makan, minum, dan bergaul.  

Terkenal dengan “People Who Do Not Rent“, pada dasarnya adalah layanan yang tersedia bagi siapa saja yang membutuhkan seseorang untuk berbagai tugas ringan, seperti melihat bunga sakura, mendengarkan cerita, atau hanya hadir secara fisik.  

Ide cerdik Morimoto dengan cepat menjadi populer di media sosial, dan sebelum dia menyadarinya, dia dibanjiri oleh permintaan dari orang asing. 

Seiring popularitasnya tumbuh, dia mulai mendapatkan permintaan dari jaringan TV, majalah, dan itu menghasilkan lebih banyak bisnis. Hari ini, “Mr. Rent ” berjalan sangat baik sehingga pada kebanyakan hari dia meninggalkan rumah sekitar pukul 8:30 pagi, dan hanya kembali pada pukul 10:00 malam.

Menariknya, layanan jasa yang ditwarkan pria berusia 37 tahun ini pada dasarnya gratis, karena klien hanya perlu membayar biaya transportasi ke berbagai penjuru Tokyo, dan makanan atau minuman apa pun yang mereka konsumsi. 

Tetapi Shoji mengatakan bahwa sebagian besar orang bersikeras membayar dia ekstra untuk waktunya, dan meskipun dia malu untuk menerima uang mereka pada awalnya, namun ia kini telah terbiasa dengan hal tersebut. 

Shoji menjelaskan kalau tugasnya sangat bervariasi. Dalam tweet baru-baru ini, dia merinci tugas dimana ia diundang ke hotel bintang lima oleh seorang pria yang mengunjungi hotel bintang lima sebulan sekali, sebagai hobi. 

Orang tersebut menyewanya karena ingin memberi tahu seseorang tentang hobinya, jadi Shoji hanya mendengarkannya selama tiga jam, dan setelah itu tugas Shoji berakhir. 

“Anda tidak perlu melakukan apa pun,” ucap salah satu kliennya. 

“Aku hanya ingin seseorang yang bukan anggota keluarga, teman, atau kekasih, yang sama sekali tidak mengenalku, bersamaku.”

Shoji memberi tahu pihak yang tertarik bahwa dia tidak memiliki keahlian khusus apa pun, dan sebenarnya tidak ingin melakukan apa pun. Yang dia lakukan hanyalah berada di sana, di sisi mereka.

Menyewa orang sebenarnya cukup umum di Jepang. 

Dari menyewa kekasih hingga menyewa seorang komedian, bisnis persewaan manusia berkembang pesat di Jepang. 

Orang-orang bahkan mempekerjakan aktor untuk menyamar sebagai orang tua anak-anak mereka yang lain, begitulah semaraknya industri ini. 

Tetapi tidak ada orang yang lebih sukses daripada orang yang tidak melakukan apa pun untuk kliennya.

Kisah unik Shoji Morimoto telah menginspirasi sebuah serial TV yang meminjam nama jasanya, “People Who Do Not Rent “, yang dibintangi oleh aktor muda Jepang Takashisa Masuda. Serial ini berfokus pada layanan unik Morimoto dan caranya menyentuh kehidupan orang lain. Ini ditayangkan perdana pada April 2020 tahun lalu. 

Sumber : odditycentral

Check Also

Appli-style Merilis Majalah Yang Khusus Untuk Vtuber

Appli-Style baru-baru ini mengumumkan publikasi gaya VTuber, majalah pertama yang didedikasikan secara khusus untuk liputan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.