Ulasan Novel Girls in the Dark, Kebusukan Dibalik Sosok Gadis SMA

 

Girls in the Dark

Ulasan Novel Girls in the Dark Karya Akiyoshi Rikako

Yo halo semua!

Untuk edisi ulasan novel kali ini saya akan kembali membahas novel karya Akiyoshi Rikako.

Girls in the Dark atau sering juga disebut Ankoku Joshi merupakan salah satu novel bergenre misteri yang sudah ia tulis.

Dengan plot twist yang menarik dan alur menegangkan tantunya novel yang satu ini patut untuk dibaca, penasaran? ok langsung saja kita bahas bersama-sama.

Seputar Novel Girls in the Dark

Ankoku Joshi begitulah novel ini disebut di negeri asalnya, novel ini diterbitkan oleh Futabasha Publisher pada tahun 2013 di Jepang.

Penerbit Haru berhasil membawanya ke Indonesia pada tahun 2014, berkat mereka kita bisa membaca karya Akiyoshi Rikako yang satu ini dan bahkan sudah mencapai cetakan yang ke-14 pada tahun 2019.

Dari situ kita bisa melihat betapa menariknya novel yang satu ini, novel ini juga diangkat menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 2017.

Dari trailer tersebut kalian pasti sudah bisa menerka seberapa ngerinya novel ini.

Sinopsis Girls in the Dark

Itsumi Shiraishi, ketua klub sastra dari SMA elit ditemukan mati setelah terjatuh dari ketinggian, ia membawa setangkai bunga lili sebagai pesan kematiannya.

Setelah kematian sang ketua, keadaan klub sastra semakin runyam karena banyaknya rumor bahwa pembunuh sang ketua adalah salah satu anggota klub sastra sendiri.

Bersama dengan sang wakil ketua kelima gadis anggota klub tersebut mengadakan sebuah acara untuk mengenang ketua mereka, di suatu malam mereka berkumpul dan makan rebusan bersama.

Ya namun acara makan bersama itu hanyalah sebuah kedok belaka, didalamnya juga ada acara pembacaan naskah cerpen yang sebenarnya adalah alat untuk saling tuduh siapakah pembunuh sang ketua.

Kebusukan demi kebusukan perlahan mulai terungkap, dengan suasana dalam gelap mereka terus makan rebusan dari panci tersebut sambil mendengar naskah tuduhan satu sama lain.

Ulasan Novel Girls in the Dark

Buta, itulah kesan pertama saya ketika mulai membaca novel ini, di awal cerita kita benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, yang kita ketahui hanya kematian tentang sang ketua klub saja.

Ceritanya sendiri dikupas melalui tujuh sudut pandang berbeda, ya dan dari ketujuh sudut pandang tersebut kita bisa merasakan sensasi emosi yang berbeda.

Penokohan begitu kuat, kita seakan membaca karya dari tujuh orang dalam novel ini mewakili masing-masing dari anggota klub sastra.

Semua petunjuk sudah disebar secara merata oleh penulis, kita sebenarnya sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi pada sang ketua semenjak awal cerita, ya namun hal itu seakan selalu dipatahkan oleh pernyataan-pernyataan setiap tokoh yang ada.

Rasanya seperti ditipu dengan kebenaran, mengesalkan memang.

Aura egois dan ingin menang sendiri sangat terpancar dari setiap tokoh, mereka benar-benar tak ingin dituduh menjadi pembunuh dari sang ketua.

Semua alibi mereka terdengar nyata dan dapat dibenarkan, adu argumen melalui naskah cerpen, ide menarik tersebut berhasil diwujudkan dengan epik.

Suasana ditengah badai dan ruangan yang gelap begitu jelas tergambar, ya kita seakan ikut acara makan rebusan bersama klub sastra tersebut.

Dan hal yang paling menarik dari novel ini adalah plot twistnya, jujur pada pertengahan cerita saya sudah bisa menebak plot twistnya dan tebakan saya benar.

Namun tebakan saya itu hanya secuil kejutan yang disiapkan Akiyoshi Rikako saja, yup saya benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa ia membuat plot seperti itu, sangat mengejutkan dan hampir mustahil ditebak.

Untuk penampilan covernya sendiri sangat menarik menurut saya, putih bersih dengan gambar perempuan SMA berwajah suram.

Cover Girls in the Dark

Dan setelah menyelesaikan novel ini, saya baru menyadari apa makna dari cover tersebut, makna dibalik duduknya perempuan SMA berwajah suram tersebut.

So buat kalian penggemar genre misteri thriller novel ini bisa masuk kedalam daftar bacaan kalian, saya rasa sudah sewajibnya memang membaca novel ini.

Dan untuk kalian yang kurang suka dengan genre seperti ini, tentu masih sangatlah aman untuk membacanya, tidak ada adegan gore dan juga alurnya sangat menarik.

Yok segera beli novelnya di Penerbit Haru maupun di toko buku favorit kalian.

Check Also

Appli-style Merilis Majalah Yang Khusus Untuk Vtuber

Appli-Style baru-baru ini mengumumkan publikasi gaya VTuber, majalah pertama yang didedikasikan secara khusus untuk liputan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.