Risih Diganggu Saat Nonton Anime, Pria Jepang Bunuh Orang Tuanya Sendiri

Anime sedikit demi sedikit mulai tenar di berbagai belahan dunia, bahkan saat ini anime sudah lebih diterima oleh masyarakat Jepang. Meskipun industri ini telah ada sejak beberapa dekade dan menghasilkan keuntungan besar bagi Jepang, untuk sementara waktu anime masih memiliki citra buruk karena sebagian penggemar dapat terobsesi bahkan menjadi pembunuh karena menonton anime.

Terlepas dari kenyataan bahwa industri ini hampir sepenuhnya mengabaikan citra buruk tersebut, kasus pembunuhan baru-baru ini mungkin dapat menempatkan anime sebagai sasaran kritik dari masyarakat Jepang.

Baru-baru ini, media Jepang melaporkan bahwa polisi di negara itu telah menangkap seorang pria berusia 59 tahun setelah mereka menemukan mayat orang tua tersangka di lemari es di rumahnya. Junji Matsumoto dilaporkan tinggal bersama orang tuanya, Hirokazu yang berusia 88 tahun dan Makie yang berusia 87 tahun. Pembunuhan bisa terjadi karena tersangka risih diganggu saat nonton anime.

Selama ini Matsumoto berbagi tempat tinggal dengan orang tuanya. Salah seorang saksi mengatakan kepada polisi bahwa dia terlihat berbelanja di sebuah department store di Tenjin bersama Makie pada 20 Juni. Pada awal 28 Juni, seorang kerabat menghubungi polisi setelah penghuni rumah tidak ada kabar apapun dalam jangka waktu yang lama.

Dengan alasan ini polisi langsung mendatangi rumahnya untuk melakukan penangkapan, setibanya di kediaman yang terletak di kota Fukuoka, petugas polisi menemukan mayat kedua orang tuanya di dalam lemari es yang disegel dengan lakban. Menurut penyelidik, Matsumoto mengakui semua tuduhannya dan mengatakan bahwa dia telah membunuh orang tuanya pada tanggal 21 Juni.

Dilansir dari Yahoo! News Japan, alasan tersangka membunuh keluarganya dianggap sangat tidak logis. Tersangka menjelaskan kalau pembunuhan ini terjadi saat ayahnya terus-terusan meminta untuk membawanya ke kamar mandi – karena ayahnya tidak bisa bergerak dengan baik setelah kecelakaan sepeda. Lantas permintaan ini membuat pria itu kesal, sebab disaat ia sedang menonton anime ayahnya pasti selalu meminta bantuan. Karena itulah tersangka gelap mata dan langsung membunuh ayahnya.

Dalam kasus ini, tersangka mengatakan kalau dia juga harus membunuh ibunya karena telah melihatnya membunuh ayahnya, dan dia juga mengatakan kalau dirinya kasihan jika kelak ibunya harus tinggal sendirian. Junji Matsumoto tinggal bersama orang tuanya yang sudah pensiun, Ibunya sudah tua dan selalu memakai kursi roda, sedangkan ayahnya menerima rawat jalan setelah kecelakaan sepeda. Sejak saat itu, Junji selalu merawat mereka, bahkan memberi makan dan barang-barang lainnya.

Check Also

Banyak Lagu Anime dan Game Diputar di Olimpiade Tokyo 2020

Gelaran olahraga internasional bertajuk Olimpiade Tokyo 2020 telah dibuka secara resmi pada Jumat, 23 Juli …

Leave a Reply

Your email address will not be published.