Seorang Guru dari Prefektur Gunma Ditangkap Karena Melakukan Prank Ini

Seorang Guru dari Prefektur Gunma Ditangkap Karena Melakukan Prank Ini

Lelucon membawa petaka.

Mungkin teman-teman masih ingat sebuah acara sitkom Amerika populer yang berjudul “The Office”.

Di salah satu episodenya, ada kejadian dimana Tim, Jim, Louis, Diego, Yossi dan Timo mengelem semua benda yang ada di meja rival mereka.

Itu mungkin terdengar lucu dan menyenangkan, tapi mungkin seharusnya ada peringatan bahwa tindakan tersebut dapat membawa konsekuensi yang serius jika tidak dilakukan dengan benar.

Seperti yang dialami oleh seorang guru Sekolah Menengah Teknik Isesaki yang berlokasi di Kota Takasaki, prefektur Gunma.

Pasalnya guru yang diketahui bernama Koichi Chiba tersebut ditangkap oleh kepolisian setempat dengan tuduhan perusakan properti.

Kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 19 Oktober lalu.

Tepat pada pukul 1 siang, Chiba mengendap-ngendap memasuki ruang guru dan menyemprotkan lem super ke seluruh permukaan meja rekan kerjanya.

Kelakuannya tersebut tidak hanya membuat rekan kerjanya kebingungan untuk mengambil barang-barangnya, tapi juga membuat berbagai data penting milik sekolahan rusak dan tidak bisa dipakai.

Tindakan iseng tersebut menyebabkan 46 barang hancur dan menimbulkan kerugian sebesar 9.169 yen (sekitar Rp 1.255.972).

Sekolah Menengah Teknik Isesaki
lokasi kejadian, Sekolah Menengah Teknik Isesaki

Memang uang segitu tidaklah seberapa, namun jika yang rusak adalah data murid siswa yang akan menempuh ujian akhir?

Tentu siapapun pasti akan marah.

Pihak sekolah yang terlibat merasa bingung untuk mengatasi masalah tersebut dan akhirnya memilih untuk melaporkannya kepada polisi pada akhir bulan yang sama.

Aduan pihak sekolah pada kepolisian membuat sang guru terkena tuntutan pidana dan akhirnya ditangkap pada 21 Desember lalu.

Setelah ditangkap, bukannya meminta maaf, Chiba malah bungkam dan tidak mau berbicara dengan polisi.

Hal ini membuat pihak berwajib kesusahan untuk mengintoregasi dan mencari kebenaran atas apa yang mendasari kelakuan tersebut.

Walau polisi belum mendapatkan jawaban dari Chiba, tapi menurut penyelidikan yang mereka lakukan, Chiba terkenal tidak dapat berhubungan baik dengan guru-guru lainnya, walau ia telah bekerja di sekolah tersebut selama 8 tahun.

Mungkin Chiba merasa kesal dengan guru tersebut dan membuatnya melakukan keisengan tersebut.

Apapun alasannya, mungkin Chiba seharusnya berpikir lebih lanjut sebelum melakukan tindakan tersebut.

Karena bagaimanapun juga, Jepang adalah negara yang amat serius mengenai pekerjaan dan mungkin saja sedikit “lelucon” Chiba membuat banyak pekerjaan mereka tertunda dan menggangu jalannya aktivitas sekolah.

Sumber: Soranews24

Sumber gambar: Soranews24

Check Also

Banyak Lagu Anime dan Game Diputar di Olimpiade Tokyo 2020

Gelaran olahraga internasional bertajuk Olimpiade Tokyo 2020 telah dibuka secara resmi pada Jumat, 23 Juli …

Leave a Reply

Your email address will not be published.