Sneak Preview unTouchable Episode 124 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 124 dari Naver Webtoon Korea di sini.


Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.




Text EPISODE 123 bisa dibaca dulu di sini


—– EPISODE 124 —-


Melanjutkan episode sebelumnya, Sia hanya tertidur di kamarnya sambil menangis-nangis tanpa henti. Karena khawatir, ibunya melihat keadaannya.

Ibu Sia: “Putriku, mama masuk kamarmu ya.”

“Kamu mau sampai kapan begini terus? Ibu dengar katanya sewaktu kamu nginap di rumah kakakmu, kamu juga seperti ini.”

“Yuk bangun yuk. Semangat dong, Sia.”

“Semuanya mengkhawatirkan kamu lho”

Sang ibu membelai rambut putrinya itu dengan lembut.


Sia: “…………”

“maafkan aku, sudah bikin kalian semua khawatir.”

Akhirnya Sia pun bangkit dan duduk di kasurnya.


Ibu Sia: “Lihatlah keadaanmu, ke mana ya perginya putri cantik ibu yang ceria itu? Mukamu kusut sekali.”

“Jangan begini lagi ya? Bagaimana kalau kamu jalan-jalan aja?”

“kalau jalan-jalan, suasana hati bisa jadi ceria lho.”









unTouchable Episode 124
Rindu Kamu


Sementara Sia keluar berjalan-jalan, sang ibu bicara kepada ayah Sia di ruang tamu.

Ibu Sia: “Kurasa Sia benar-benar menderita”

“Seandainya saja sejak dulu dia sudah kita beritahu, agar nggak jatuh cinta sama manusia…”

“mungkin… Sia akan lebih berhati-hati…”


Ayah Sia: “Meskipun diberitahu…”

“dia tetap akan jatuh cinta pada manusia itu…”

“perasaan suka pada seseorang itu bukan sesuatu yang bisa dicegah.”

“meski pemikirannya berkata jangan, dia tetap tidak akan bisa menahan dirinya”

“semoga saja semua ini akan berakhir baik… aku juga tahu kalau Sia menderita”

“semuanya ini salahku… akulah yang menutupi masa lalu itu dari Sia.”

“akulah yang takut kalau Sia akan teringat tentang itu lagi…”

“takut kalau dia akan membahayakan nyawa manusia lain”

“dan dirinya sendiri…”

“semuanya itu kututupi supaya dia tidak sedih lagi, tidak terluka lagi…”

“tetapi justru inilah penyebab dia lebih sedih dan lebih terluka…”

“sepertinya aku sudah bersalah… yang kulakukan justru membuat Sia makin tersakiti…”

Ibu Sia: “Suamiku, jangan berkata seperti itu”

“Aku tahu kamu sangat menyayangi Sia lebih dari yang lainnya.”

“Jika saja waktu itu bukan kamu yang bertindak cepat”

“mungkin saja Sia sudah tidak berada di sini lagi”

“Suatu saat Sia pasti akan menyadarinya…”

Sementara itu di taman dekat sebuah gereja, Sia duduk-duduk di sebuah bangku. Sambil sendirian dia berkata-kata dalam hatinya:

Sia (dalam hati): “Jiho…. padahal kita udah putus, aku juga nggak bisa ketemu kamu lagi.”

“tapi kenapa dunia ini seakan nggak berubah…”

“langit tetap cerah berwarna biru”

“orang-orang juga menjalani kehidupan biasanya”

“bisa tertawa lepas dan tersenyum bebas”

“hatiku sangat sakit… tapi ingin menangis pun, air mata juga sudah tidak ada lagi.”

“karena setiap hari yang kulakukan hanya menangis”

“menangis dan terus menangis…”

“di setiap tetes air mataku itu, aku selalu teringat kenangan kita.”

“kenangan yang pergi seiring tetesan air mataku yang jatuh…”

“mungkin, jika semuanya kutuangkan dalam tetes air mata…”

“aku akan sanggup melupakan segalanya”



“Jiho, aku baik-baik saja….”

“rasanya sih, aku baik-baik saja…”

“aku harap, kamu juga baik-baik saja ya…”

“semoga kamu juga bisa melupakan segalanya, meski harus membenciku…”

“semoga kamu bisa ketemu orang lain yang lebih baik, dan hidup bahagia bersama dia…”

“aku doakan kamu bahagia…”

“jadi….”




Sia tidak sanggup meneruskan kata-katanya… meski sudah berusaha menahannya, air matanya menetes lagi. Tiba-tiba seseorang mengangkat tangannya itu, dan Sia terkejut sekali.

Sia: “!!!!!!”

Jiho: “….mana mungkin aku bisa bahagia…”

“jika bukan kamu yang ada bersamaku…”

“Sia… aku sangat merindukanmu…”


Sia: “…………Jiho….”

“Jiho…!! Benarkah ini kamu?!”

“Jiho…!! Maafkan aku…”

“aku…  aku…”

“aku….”


Sewaktu hendak menyentuh Jiho, Sia tersadar. Jiho yang baru saja dilihatnya hanyalah ilusinya saja. Menyadari itu, tangis Sia makin menjadi-jadi…

Sia: “…………Jiho…….

“maafkan aku Jiho……”

“aku ingin ketemu kamu……”

“aku benar-benar ingin ketemu kamu…..”

Sementara itu, Jiho masih termenung di apartemennya. Dia membiarkan TV-nya hidup begitu saja. Siaran di TV itu menyiarkan rekaman wawancara O’rnij beberapa waktu lalu.
Jiho (dalam hati): “….selama ini, aku kira aku sudah mengenal Sia seutuhnya.”

“Aku merasa akulah yang paling mengenal dia karena dia selalu ada di dekatku.”

“Sekarang tiba-tiba kami putus.”

“aku baru sadar kalau aku belum tahu apa-apa tentang dia.”

“Sia yang kukenal kini bagaikan orang asing bagiku.”

“dirinya yang lama perlahan menghilang, bagai masuk ditelan kabut yang tebal”

“kemudian, Baryu juga bilang soal ‘kami’ 

“dia bilang kalau dia bukan manusia”

“Sia juga bilang kalau dia bukan manusia, tetapi vampir”

“vampir…”

“apakah itu cuma alasan agar kami putus..?”




Tiba-tiba dari acara wawancara Baryu di TV itu, Jiho mendengar sesuatu

Baryu (suara dari TV): “Hai para Fans-ku!! Aku sangat sayang kalian semua lho”

“Sebenarnya aku ini vampir”

“aku bisa bertahan hidup karena menyentuh kalian, dan menyerap energi kalian lho.”

Pembawa acara (Suara dari TV): “Waaah, kok tiba-tiba jadi vampir? Tapi kalau Baryu yang ngomong, rasanya aku jadi ingin percaya!”


Baryu: “Hahaha, aku jujur lho❤”

“Asalkan ada manusia, energinya bisa kuserap❤”






Jiho: “VAMPIR?!?!”


























Sia yang sudah kembali ke kamarnya, tampak sedang menelepon seseorang. Rupanya yang dihubungi adalah manajernya.

Manajer Sia: “… Sia… kamu bikin orang jadi khawatir banget lho. Kenapa akhir-akhir ini jadi susah banget menghubungi kamu?”

“memangnya kamu habis ada masalah apa?”

Sia: “maaf… aku sibuk karena ada urusan keluarga saja.”



“Ooh, ya sudah. Syukurlah bisa mendengar suaramu lagi, sekarang aku jadi nggak khawatir lagi. Kebetulan aku juga pas lagi mau telepon kamu.”

“Ini soal jadwal pemotretan poster UX di luar negeri itu, besok tolong datang ke kantor ya buat dibicarakan.”
“Emm… manajer…”

“Soal keberangkatan ke Italia itu…”

“Aku ingin minta diberangkatkan secepatnya…”
















—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.