Sneak Preview unTouchable Episode 119 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 119 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.

—– EPISODE 119 —-
Sia: “Jiho…. tolong….”

“kita….”

“…sudahi sampai di sini saja…”


Jiho: “Sia… apa maksudnya kamu bilang begitu?”

“apa maksudnya disudahi sampai di sini saja…?”

Sia: “…kita…. kita putus saja……”

Kata Sia dengan keraguan…



unTouchable Episode 119
Aku….

Jiho kebingungan dan terus menanyai Sia.


Jiho: “Sia… kamu bicara apa sih?”

“bukannya selama ini kita nggak ada masalah apa-apa?”

“Kenapa tiba-tiba minta putus? Apa kamu lagi bercanda?”

“Apa alasannya kita harus putus…?!”

“Mana mungkin kita ini…”


“….karena aku sudah mulai benci sama kamu…!”

Sia memaksakan diri hingga berteriak menyela Jiho…

“Apa kamu masih nggak ngerti aku ngomong apa? Aku ini sudah mulai benci sama kamu…!!”


Sia mengepalkan erat tangannya, dia berusaha memaksakan diri mengatakan kata-kata yang tidak dia inginkan.

“Lebih tepatnya… sejak awal aku ini sama sekali nggak pernah suka sama kamu!”

“aku nggak suka sama orang yang gila kebersihan…”

“aku nggak suka sama orang yang belum pernah pacaran sama sekali….

“sama sekali nggak suka…”

“selama ini akulah yang mendekati kamu duluan, jadi sekarang aku udah muak!”
Jiho: “Sia….”

Sia:
 “Seperti yang dikatakan kakakku, aku ini memang nggak pernah serius.”

“dari dulu cuma main-main sama kamu.”

“sejak awal aku ini seorang cewek yang seperti itu!”

“Aku ini sudah capek! Jadi kita…!”

Jiho: “Sia…. tolong jangan diteruskan!”

Jiho memegang erat kedua lengan Sia, berusaha menahan kekasihnya itu.


Jiho: “Sia…. cukup! Sudah! Tolong jangan diteruskan lagi!”

“…Tidak perlu memaksakan diri berbohong seperti itu!”

“Mana wajahmu? Lihatlah aku!”

“Apa saat ini… dengan ekspresimu yang sesedih ini…”

“dan mata yang penuh air mata itu…”

“kamu sungguh-sungguh tidak suka padaku lagi?!”

Sia mengangkat wajahnya melihat Jiho, matanya penuh linang air mata. Setelah tahu bahwa kekasihnya itu memaksakan diri, Jiho meneruskan kata-katanya.


Jiho: “Tolong katakanlah yang sejujurnya, sebenarnya ada apa?!”

“Sia… aku tahu kamu nggak serius.”

“Meskipun kamu bilang benci padaku, aku juga nggak akan membiarkan kamu pergi.”

“Kamu seseorang yang hanya ada satu-satunya dalam hidupku”

“Seseorang yang paling kujaga dalam hidupku.”

Genggaman Jiho makin erat, dia berusaha meyakinkan Sia yang masih menangis-nangis dan menutup mata.
Jiho: “Hanya kamu seorang yang membuatku jadi seperti ini!”

“Dulu aku sama sekali bukan siapa-siapa, tapi kamu mau masuk ke dalam hidupku.”

“Sewaktu menunggu kamu, hati ini juga terasa hampa”

“Hanya melihatmu saja, hati ini juga berdebar-debar.”

“Hanya kamu seorang yang membuatku bisa seperti ini!”

“aku bisa merasakan betapa bahagianya bisa mencintai dan dicintai!”

“aku yang awalnya dingin bagai sebongkah es, kamulah yang datang memberi sentuhan perubahan padaku!”

“Jadi tolong…. katakan sejujurnya!”

“Kesulitan apa yang saat ini kamu hadapi…”

“kita hadapi masalah itu bersama-sama…”

“Kita selama ini selalu baik-baik saja kan?”

Sambil berusaha meyakinkan kekasihnya itu, tangan Jiho berpindah dari menggenggam lengan Sia menuju tangannya. Sia yang menyadari terjadinya kontak sentuhan langsung seketika terkejut….

dia langsung menarik tangannya, sambil berteriak histeris!
Sia: “Jangan sentuh aku!!”
“kamu nggak boleh bersentuhan sama aku!! Nggak boleh…!!”
Jiho: “Sia, sebenarnya kamu kenapa?!”
Sia: “Maafkan aku, Jiho…”

“Tapi kita ini nggak boleh bersama…”

“Maafkan aku, karena baru bilang soal ini sekarang…”

“Aku…. “

“aku ini vampir”

“Aku bukanlah manusia. Aku ini seorang vampir.”

Jiho kebingungan mendengarnya.
Jiho: “A…. apa maksudmu?”
“Sebagai vampir, aku harus bersentuhan dengan manusia agar dapat energinya.”
“Sewaktu pertama kali bertemu kamu, aku memburu kamu juga demi energi itu.”
“tapi, semakin lama bersamamu, entah sejak kapan, aku tiba-tiba jadi benar-benar suka sama kamu. Aku jatuh cinta sama kamu.”
“Sia… kamu…?”
“Meskipun aku tahu kamu seorang manusia, aku tetap suka sama kamu.”

“tapi… sekarang aku sudah tidak boleh mencintai kamu lagi…”

“Karena kalau aku bersamamu, situasinya bisa bahaya…”

“Karena suatu saat aku bisa benar-benar menyebabkan kamu mati!!”
Teriak Sia
Jiho: “Sia… saat ini aku sama sekali nggak mengerti maksud kata-katamu.”
“apa maksudnya kamu vampir…?”
“lalu… alasan kita untuk putus…?!”
Sia: “Maafkan aku, Jiho…”

“Kita….”

“tidak akan bertemu lagi…”

Setelah berkata itu dengan linangan air mata, Sia lari menjauh dari Jiho.

Jiho: “Tunggu dulu! Sia!!”
“Sia!!”
“Tolong jangan pergi…”
“Jangan pergi…”
Teriak Jiho dengan ekspresi sedih…




Sambil menaiki taxi pulang ke rumahnya, Sia berpesan pada Jiho dalam hatinya, sambil menangis-nangis:

“Jiho… maafkanlah aku…”


“aku benar-benar minta maaf sama kamu.”

“Selama masa-masa kita berpacaran…”

“aku benar-benar bahagia bersamamu”

“Setiap momen, setiap detik yang kita lalui bersama-sama”


“semuanya penuh kenangan bahagia bersamamu.”

“Bagiku, kamu benar-benar seseorang yang tak ternilai….”

“itulah sebabnya aku tidak bisa bersama kamu di sisimu…”

“walau begitu, Jiho…”

“aku…”

“aku masih tetap cinta kamu…”

“aku cinta kamu…”

“aku cinta kamu…”

“Aku Cinta Kamu…”

(사랑해요)













—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.