Sneak Preview unTouchable Episode 117 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 117 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.

—– EPISODE 117 —-

Flashback sejenak ke Baryu yang masih ada di bar mengingat-ingat kata-kata Mr. Choi padanya.

Kata-kata Mr Choi: “Kuberitahu satu hal yang menarik”

“Vampir yang bisa membunuh manusia, tidak akan pernah ketahuan”

“Itulah sebabnya mereka tidak akan pernah bisa ditangkap.”



Baryu pun berpikir, mungkin saja Mr Choi adalah vampir yang sama kuatnya dan sanggup membunuh manusia seperti Sia,


Pikir Baryu: “Tetapi sepertinya ada yang berbeda dari dia. Dia terlihat seperti bisa membatasi kekuatannnya”

“Kalau begitu…. apa artinya selama ini dia sengaja memburu manusia sampai mati?”

“Kalau benar begitu….”


Belum selesai Baryu berpikir, HP-nya tiba-tiba bergetar. Rupanya itu pesan dari Moran. Baryu langsung terkejut ketika membaca isi pesan itu:

Pesan dari Moran: “Baryu… Sia sudah tahu semuanya…”

unTouchable Episode 117
Begini Saja

















Sia berangkat bekerja, dan sewaktu di studio untuk pemotretan sampul majalah, teman Sia (mungkin manajernya) kaget melihat mata Sia yang bengkak kemerahan. Sia bilang kalau dia habis menangis semalaman. 

Teman Sia: “Bengkaknya bisa sedikit ditutupi dengan make-up sih, tapi kamu kenapa? Habis berantem sama pacar ya? Nggak usah dipikirin, nanti paling-paling kalian juga baikan sendiri.”

Sia: “Nggak kok… bukan bertengkar…”


Teman Sia: “Oiya! Soal pemotretan poster UX, jadwalnya akan ditentukan minggu depan setelah rapat. Tolong diingat-ingat ya. Nanti kita tentukan juga tanggal berapa kamu bisa berangkat ke luar negeri.”

Sia: “Ah… oke…”

Teman Sia: “Oke. Kamu istirahat aja dulu. Soal cowokmu, jangan sampai kamu mau dibikin nangis lagi sama dia. Kalau sampai dia bikin kamu nangis lagi, teriak aja kamu minta putus”


Sia hanya diam saja dan tersenyum mendengar kata-kata temannya itu. Tiba-tiba dia menerima pesan di HP-nya, rupanya dari Jiho…

Pesan dari Jiho: “Sia… kamu masih kerja ya? Nanti malam kita dinner ya. Sehabis kerja nanti kamu kujemput.”

Membaca pesan itu, Sia pun termenung… bagaimana dia harus menghadapi Jiho sekarang? Walaupun di dunia ini tidak ada yang berubah… Sia lah yang sudah berubah.















Sore pun tiba dan saatnya Sia pulang kerja. Di depan kantornya sudah ada Jiho yang menunggu dia.

Jiho: “Ah… Sia… aku di sini”

“Kerjaannya baru selesai ya?”




Sia: “…….  Jiho…….”


Jawab Sia agak terpatah-patah.

Jiho: “Apa kamu sudah enakan sekarang? Kemarin kamu buru-buru tidur karena capek kan?”

Sia: “Iya, tapi sudah enakan sih. Hari ini ada apa, Jiho? Kok sampai jemput aku di sini?”
Jiho: “Soalnya aku sangat rindu kamu…”

Jawab Jiho sambil tersenyum hangat
“Padahal cuma tidak bertemu beberapa hari saja, tapi rasanya seperti selamanya ya…”
Sia: “…I- iya sih…”
Jawab Sia sambil memaksakan senyumnya


“Kemarilah, ini kupakaikan untukmu”

Tiba-tiba Jiho mengenakan syal ke Sia.

“Aku khawatir, soalnya kamu sering berpakaian minim, akhir-akhir ini kan dingin. Ini tadi kubeli sewaktu perjalanan ke sini.”

“Udaranya sekarang makin dingin, sepertinya sudah mau musim dingin.”

“Coba kupegang pipimu ya, apakah kamu kedinginan…”

Jiho menempelkan tangannya ke pipi Sia, hal itu membuat Sia terkejut karena bersentuhan dengan Jiho. Sia pun langsung menarik dirinya.

Sia: “Ah… m-makasih… tapi aku nggak apa-apa kok… tadi aku di dalam terus jadi nggak kedinginan…”



Jiho: “ah… rupanya begitu…”

“Kamu lapar nggak? Pergi makan yuk.”


Sia hanya diam saja. Raut wajahnya penuh kebingungan.


















Sekarang mereka sampai di sebuah restoran, tempat yang pernah mereka kunjungi dulu. Hanya saja kali ini air mancurnya sudah diperbaiki. Suasananya jadi sempurna dan romantis. Dengan spaghetti tersaji di meja.

Jiho: “Sia, kamu masih ingat tempat ini nggak? Dulu kita juga pernah makan malam di sini. Meja yang kupesan juga meja yang ini gara-gara ingin lihat air mancurnya. Tapi waktu itu gagal sih”

Sia: “Ah iya, aku ingat.”

Jiho: “Waktu itu kita pesan steak yang rasanya keras dan tidak enak kan? Waktu itu kita tidak tahu kalau yang terkenal enak dari tempat ini malah spaghettinya”

“Hari ini lumayan kan? Air mancurnya juga bagus.”

“Entah kenapa hari ini aku ingin sekali ke sini. Aku masih ingat, dulu aku masih pertama kalinya menyiapkan sesuatu. Sudah menyiapkan banyak hal, ujung-ujungnya malah gagal.”

“Biar begitu aku senang, karena waktu itu kamu pengertian. Dan kamu juga masih tersenyum senang. Aku benar-benar bahagia sekali.”

“Kalau dipikir-pikir lagi, banyak sekali yang kulakukan pertama kalinya denganmu”

“Aku pertama kalinya minum alkohol juga bersama kamu, kemudian juga pergi jalan-jalan bersama.”

“Pelukan pertamaku juga dengan kamu, lalu ciumanku yang pertama, semuanya dengan kamu.”

“Aku benar-benar bahagia, karena yang pertama kali kulakukan semuanya bersama kamu, Sia.”

“Selanjutnya aku juga ingin bersama kamu terus, Sia.”

Sia agak terkejut mendengar itu. Tapi tiba-tiba Jiho mengubah topiknya.

Jiho: “Oya, kemarin kamu pergi ke air terjun itu kan? Kok sendirian pergi ke sana?”

Sia: “Ah… soalnya… tiba-tiba aku ingat sesuatu…”


Jiho: “haha… masih harus dirahasiakan dulu ya? Oya Sia, kalau nggak salah… dulu kamu pernah bilang… kalau kamu mau bicara sama aku… soal sesuatu…”

DEG. Sia terkejut


Jiho: “dulu kamu bilang, kamu ingin memastikan sesuatu dulu, baru nanti cerita sama aku kan?”

“Apa sekarang…. sudah bisa diceritakan?”



DEG. DEG. Sia makin ketakutan.
Dia jadi teringat kata-katanya dengan Moran, kakaknya.

Sia: “A… aku bisa bunuh manusia??”

Moran: “Sia… kamu itu beda dari vampir biasa. Kalau perasaanmu sudah terlibat, kamu akan kehilangan kendali.”

“Kalau memang kamu ingin melindungi orang itu, buatlah agar kamu jangan sampai jatuh cinta sama dia.”


Teringat itu, Sia makin kebingungan, dia pun berbohong pada Jiho.


Sia: “Em… maaf Jiho…. masih belum “


Jiho: “Ah, nggak apa-apa. Kamu pelan-pelan saja, nanti kalau sudah beres, tolong ceritakan sama aku ya. Aku cuma penasaran aja sih, bukannya memaksa kamu kok.”

Sia: “……………….”


Jiho: “Aku pasti akan menunggumu, tidak peduli berapapun lamanya.”

“aku akan tetap selalu bersamamu.”


Wajah Sia makin suram mendengarnya. Sia pun minta ijin ke toilet sebentar.


Sia: “Jiho… aku ke toiletnya sebentar ya…”



Jiho: “Ah iya.”

“………………”

Jiho diam saja melihat Sia pergi berjalan ke kamar kecil. Di sela-sela waktu sendirian, dia gelisah sambil berkata-kata sendiri:

Jiho: “Ah… ini sulit sekali. Aku gugup sekali sampai lupa mau bilang apa. Tapi yang kusiapin ini nggak ada yang salah kan?”

“Kayanya Sia kecapekan sekali…”

“Tapi….”

“Hari ini…”

“Aku pasti akan menyatakan perasaanku padanya”


Kata Jiho sambil melihat cincin yang sudah dia siapkan untuk Sia.
















Sementara itu, di hadapan cermin toilet

Sia: “Gawat… Aku… benar-benar nggak bisa…”

“Aku benar-benar nggak tahu harus ngomong apa ke dia…”

“Jiho benar-benar sayang banget sama aku…”

“tapi aku…..”

“aku….”

“kalau kita bersama-sama terus”

“akulah yang makin ketakutan…”

“Kalau sampai ada apa-apa sama Jiho…”

“aku…”











Selesai makan, keduanya sekarang berjalan-jalan di taman.

Jiho: “Sia, hari ini kamu kecapekan ya?”

Sia: “I-iya, agak sih. Kita pulang dulu aja yuk.”



Jiho: “……………………..”

Jiho diam saja melihat kekasihnya itu. Kemudian, setelah beberapa langkah penuh hening, Jiho pun memantapkan hatinya. Dia bilang pada Sia

Jiho: “Emm… Sia….”

Sia menolehkan kepalanya ke belakang melihat Jiho yang memanggilnya.



Jiho: “Tunggulah sebentar…”



“Ada tempat yang ingin kukunjungi berdua denganmu.”











—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.