Sneak Preview unTouchable Episode 116 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 116 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.

—– EPISODE 116 —-

Di apartemennya, Jiho sedang mandi. Tiba-tiba HP-nya berbunyi menerima pesan dari Sia. Setelah selesai mandi, dia pun melihatnya.

Pesan Sia: “Aku baru saja pulang. Capek banget, aku tidur dulu ya.

Komentar Jiho: “Hm…? Sia langsung tidur? Padahal aku ingin ketemuan sebentar. Nanti saja juga nggak apa-apa sih…”

“Mungkin… dia pasti capek sehabis pergi ke air terjun itu. Biarkan saja dia istirahat dulu.”

“Tapi… sebenarnya kenapa dia pergi ke tempat itu ya?”

“Waktu itu… dia bilang kalau dia ingin cari tahu tentang sesuatu, juga ada yang mau dibicarakan sama aku…”

“Sebenarnya ada apa ya?”

“Kurasa besok dia kutemui saja…”




unTouchable Episode 116
Sebaiknya, kita…











Sia membaca pesan balasan dari Jiho:

Pesan Jiho: “Hari ini kamu capek ya? Besok kita ketemuan ya. Met malam, Sia.”




Tiba-tiba jatuh tetesan air ke layar HP itu. Sia yang menerima dan membaca pesan sesederhana itu, rupanya menangis. Dia teringat pesan dari kakaknya.


Sia: “Kalau begitu… terus Jiho gimana?”




Moran: “Sia… sebaiknya kamu mulai hentikan saja…”

“Bersama-sama dengan manusia itu mustahil.”


“Tapi kenapa?! Bukannya sampai sekarang nggak pernah ada kejadian apa-apa?”

“Selama aku berburu, nggak pernah ada kejadian apa-apa.”

“Aku juga nggak pernah sampai membahayakan nyawa manusia lain…”

“Lalu kenapa…”




“Sia…Dengarkan ini baik-baik”

“Yang membuat kamu bisa membahayakan manusia itu justru karena hatimu sendiri.”


“Karena… hatiku?”

“Vampir yang biasa-biasa saja, sewaktu menghisap energi, mereka bisa membatasi dirinya secara alami.”

“Butuh berapa banyak, yang dihisap cukup yang dibutuhkan saja.”

“Butuh berapa sentuhan, cukup sentuh yang dibutuhkan saja.”

“tapi hari itu… kita semua baru pertama kalinya menyadari, kalau kamu itu berbeda.”


“Hari itu sama sekali tidak terpikirkan. Kamu menghisap habis semua energi temanmu dengan sekuat tenaga…”

“Itu terjadi karena kamu, benar-benar ingin menolong nyawa temanmu itu dari dalam hatimu…”




Sia: “…maksud kakak?”

Moran: “Ayah selama ini selalu bilang seperti ini, jangan sampai punya hubungan yang dalam dengan manusia. Mereka itu cuma mangsa kita.”

“Semuanya itu terpaksa kita lakukan demi membesarkan kamu, supaya nggak sampai terjadi lagi kamu punya perasaan sama manusia…”

“Karena begitu kamu punya perasaan sama manusia… kamu akan kesusahan menahan diri lagi.”


“Hari itu, kondisi anak itu sangat kritis sekali…”

“Itu terjadi karena kamu sangat menyayangi dia. Sampai kamu menolong dengan sepenuh hatimu…”

“Sepenuh tenagamu…”

“Sampai hampir semua energinya terhisap…”






“Aku…..”

“jadi semuanya terjadi gara-gara aku menyayangi dia…?”


“Benar, begitu kamu menyayangi manusia sepenuh hati, pada akhirnya orang itu akan ada dalam bahaya.”

“Semakin dalam perasaanmu padanya, semakin kamu cinta padanya….”

“Suatu saat, orang itu akan kehilangan nyawanya hanya dengan meletakkan jari-jarinya di genggaman tanganmu…”

“Itu sebabnya, kita semua berusaha menghalangi hubungan kalian.”




“Aku……”

“aku pasti bisa menahan diri….”

“Aku…”

“Aku bisa menahan diri nggak menyentuh Jiho….”

“Aku…”

“Aku pasti bisa berhati-hati…. dan cuma melihat dia saja.”

Jawab Sia tertunduk lemas dan terbata-bata




“Apa itu nggak boleh…?!”

“Kalau aku cuma ingin tetap bersama-sama dengan dia…?”

Tanya Sia pada kakaknya dengan mata berlinang.













“Sia.”


“Jika kamu memang ingin melindungi orang itu…”


“…buatlah agar kamu jangan mencintai dia.”








Begitulah percakapan antara Sia dan kakaknya.

Sia yang teringat semuanya itu sesaat setelah membaca pesan biasa-biasa saja dari Jiho,

hanya bisa lemas dan menangis-nangis.

“Mungkin….”

“Sejak awal mula…”

“Kami berdua…”

“Seharusnya tidak pernah bertemu saja…”

begitu kata-katanya dalam hati.




“Sejak pertama tidak sengaja bersentuhan dengan tangannya…”

“Harusnya aku sudah tahu bagaimana harus bersikap…”

“Harusnya… aku tidak mencari dia lagi.”



“Lalu… bagaimana aku bisa tidak mencintai dia sekarang?”



“Hatiku sejak awal sudah jatuh tergelincir ke arah Jiho berada.”


“Aku begitu suka padanya… dan sangat menyayangi dia…”


“Aku takut… kalau hanya bersama-sama dengan dia saja…”

“suatu saat bisa terjadi kejadian yang pahit…”



“Aku sudah terlanjur menyayangi dia… sebegitu dalamnya…


“Aku sudah terlanjur cinta padanya…..”



Sia mendekapkan HP-nya yang hiasannya bersinar itu…

…ke kepalanya, sambil menangis.

Hari berganti, Jiho keluar dari rumahnya menuju ke suatu toko di mall. Dia menerima kabar kalau barang pesanannya sudah datang di toko itu, dan sekarang dia pergi untuk mengambilnya.

Dia memencet tombol lift di mall itu tanpa sarung tangan. Sewaktu hendak naik lift, tiba-tiba ada seorang anak kecil jatuh tersandung lobang antara lantai lift dan lantai gedung. Anak itu menangis dan ibunya memarahinya. Jiho yang melihatnya langsung membantu anak itu berdiri, menyentuhnya tanpa sarung tangan, dan mengelus-elus kepala anak itu, tanpa sarung tangan.

Jiho: “Dik… di sini bukan tempat untuk main-main. Jadi jangan lari-lari begitu. Kalau nanti kamu luka berat, kamu malah nggak bisa main-main sama teman-temanmu lho. Hati-hati ya?”

Anak kecil: “I… iya…”

Sang ibu anak kecil itu meminta maaf atas tingkah laku anaknya, dan Jiho bilang kalau tidak apa-apa. Setelah mereka pergi, Jiho melihat tapak tangannya… mengingat-ingat betapa besar perubahan dalam dirinya itu karena jasa seseorang.

Sesampainya di toko, sang petugas langsung melayani Jiho.

Penjaga toko: “Barang pesanan tuan ini stok-nya sempat habis di Korea, jadi harus didatangkan dulu. Tapi untungnya kali ini datangnya lebih cepat dari sebelumnya lho.”

“Mau diberikan ke kekasihnya tuan ya?”


Jiho: “Ah… iya.”

“Waktu itu saya sempat bilang kalau ingin memberi dia sesuatu yang sangat penting dan bernilai, jadi saya ingin memberinya ini.”

“Kali ini saya akan memberikannya, sambil menyatakan kepadanya kata-kata saya dengan serius.”


Benda yang dipesannya adalah cincin.

















—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.