Sneak Preview unTouchable Episode 113 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 113 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.

—– SOME CHANGES  —-

Pertama-tama mohon maaf buat pembaca setia unTouchable. Seiring makin sibuknya jadwal kami di luar terjemahan webtoon, sneak preview unTouchable akan mengalami perubahan cara penyampaian. Kali ini porsi untuk narasi akan diperbanyak dan terjemahan dialog dikurangi (akan diubah/dimasukkan ke dalam narasi.). Hal ini ditujukan untuk mempercepat proses penulisannya. Mohon dimaklumi ya…. ^^;

Cerita episode 113 ini dimulai dengan flashback Sia kecil yang difoto di depan sekolahan SD-nya. Orang yang memotretnya bilang: “Wah, Anak kita benar-benar cantik. Ayuk, yang siap dipotret! Cheese!!”

Begitulah Sia kecil terekam dengan polosnya di dalam kamera.

unTouchable Episode 113
Di Tempat Itu












Kembali ke masa kini, Sia versi dewasa kini berada di depan gerbang sekolahan tempat di mana dia dulu diambil fotonya. Meskipun sudah melihat gedungnya dan yakin kalau di situlah tempatnya, dia masih tidak bisa ingat apapun. Jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat dulu ke dalamnya.

Sambil berjalan masuk, Sia teringat beberapa ingatan masa kecilnya bahwa dia dulu pernah membacakan cerita dongeng untuk ayahnya yang terbaring di rumah sakit (walaupun setelah ayahnya sehat lagi, Sia jadi dimarah-marahi lagi)

Lalu Sia juga ingat kalau dia pernah bersama dengan Baryu kecil… dia jadi sempat berpikir untuk meneleponnya untuk memastikan masa lalunya itu tetapi urung karena teringat apa yang pernah terjadi di antara mereka sewaktu di tempat parkiran.

Sia masih bingung memahami semuanya, namun tiba-tiba dia melihat ada 3 orang anak laki-laki, dan dua orang di antaranya  menendang-nendang 1 orang lainnya di bawah tangga. Dengan sigap Sia pun melerai: “Nggak boleh ngejahatin teman! Harusnya dia itu kalian baik-baikin”, katanya.

Dengan dongkol, 2 anak kecil yang menendang-nendang itu pergi sambil mengomel, “Apaan sih si ajumma ini!

Mendengar dirinya dipanggil ajumma, Sia sempat marah… tapi dia membiarkan mereka pergi dan lebih memilih untuk menolong 1 anak yang ditendang-tendang itu tadi.

Sia: “Kamu nggak apa-apa? Luka nggak?”

Bocah: “Huuhuuu… nggak kok… makasih ya. Kakak.”

Tiba-tiba Sia mengalami deja vu, dia merasa kalau dulu juga pernah mengalami hal seperti ini, pada seorang temannya yang lain.








—FLASHBACK MASA KECIL SIA—


Di bawah sebuah tangga, Sia kecil berteriak:“Nggak boleh ngejahatin teman! Kulaporin ke bu guru lho!”, katanya.

“Apaan sih, Lee Sia? Mau pamer kalau kamu ketua kelas ya? Kita cuma mau ajak dia main-main kok!

Di situ ada 3 orang gadis kecil, 2 di antaranya berambut coklat dan sewot terhadap Sia yang menghalangi mereka, sementara 1 orang lagi berambut pendek gelap menangis tersedu-sedu.

Setelah dibentak Sia, 2 orang gadis tadi pun pergi. Lalu Sia mendekati si rambut gelap.

Sia: “Kamu nggak apa-apa? Luka nggak? Kuanterin ke ruang UKS yuk.”

Sambil menangis, gadis kecil itu mengiyakan sambil berterima kasih:

“Makasih ya Sia.”


Dia adalah teman sekelas Sia (kelas 1-3). Orangnya tenang dan penyendiri, Sia sampai tidak pernah melihatnya berbicara dengan orang lainnya. Pikir Sia: “Mungkin karena inilah tidak ada yang mau menjadi temannya. Gosipnya jiwanya kaya diculik hantu, atau bahkan kena penyakit. Semuanya nggak enak didengar”



Sewaktu pelajaran olahraga, Sia mencoba mendekatinya

“Yoon Seo. Kamu udah ada pasangan main bola belum?”

Gadis bernama Yoon Seo itu pun menoleh.

“Latihan sama aku yuk!” Ajak Sia padanya.










Kemudian, sewaktu pulang, Yoon Seo memberi Sia sesuatu. Bentuknya seperti permen.

“Sia, ini makanlah. Makasih ya hari ini udah mau main-main sama aku.”

“Aku cuman bisa ngasih ini ke kamu.”


“Waah, makasih ya. Aku suka makan ini lho. Makasih banget ya!”, ujar Sia sambil tersenyum lebar.

“Gimana, hari ini seru kan? Berikutnya kita main bareng lagi ya! Mau kan?”

“Iya”





Mereka berdua pun makin akrab dan sering main-main bersama. Yoon Seo pun tidak dijahili lagi. Sia sangat menjaga temannya itu.
Suatu hari, Baryu kecil menanyai Sia kalau dia akhir-akhir ini dekat sama manusia. “Kita ini kan vampir, manusia itu cuma mangsa kita lho. Jadi jangan dekat-dekat mereka” katanya.
“Mau vampir atau manusia, emang apa hubungannya? Lagian semua sama-sama belajar dan bermain. Semuanya kan satu sekolahan.”

“Pemikiranku ini nggak sama kayak kamu, Baryu.”

“Kalau aku sih lebih suka kita bisa baik-baik dan akrab sama semuannya. Lebih baik begitu kan?” katanya sambil tersenyum dan rambut dihembus angin.




—KEMBALI KE MASA KINI, DI RUMAH ORANG TUA SIA—


Adik Sia (Ragi), bertanya pada ayah ibunya:
“Teman? Kakak kedua pernah punya teman seorang manusia? Bukannya berteman dengan manusia itu dilarang?


Ayahnya pun mengiyakan. apalagi kalau terhadap Sia, justru harus lebih dilarang lagi….
Karena setelah waktu itu, terjadilah sebuah kejadian…. di sebuah lereng gunung.
Sementara itu, di saat yang sama, Sia menelepon Jiho menanyakan cara untuk pergi ke lereng gunung yang pernah mereka datangi untuk menginap bersama berdua.
Jiho menawarkan untuk mengantarkan Sia dengan mobil karena tempatnya jauh. Tapi Sia menolak, karena lokasi itu sudah dekat dengan tempat Sia berada sekarang (SD Cheongsol). Jiho pun mengirimkan caranya lewat SMS sambil keheranan kenapa Sia mau pergi ke tempat itu, “apakah Sia sangat suka tempat itu?” pikirnya.
Begitu menerima pesan dari Jiho, Sia akhirnya teringat kembali, bahwa dia dulu pernah punya teman seorang manusia sewaktu kecil.
Selain itu, Sia juga pernah bersama-sama dengan anak itu di sebuah tempat… Tempat yang pernah membuatnya deja vu:
Lereng gunung yang pernah dia kunjungi bersama Jiho.
BERSAMBUNG






—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.