Sneak Preview unTouchable Episode 110 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 110 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.


Kode warna:
Sia = Hitam Tebal
Jiho = Oranye
Baryu = Kuning
Sihwan = Abu-Abu
Mr. Choi = Merah
Moran = Ungu
Figuran lain = Hijau, dll.
Italic/Miring = tidak diucapkan

Narasi:
italics, hitam biasa

—– START —-

Cerita diawali dengan acara jumpa pers di sebuah studio.


“… Oke! Standby! Mulai!”,  kata pengarah acaranya.

kemudian pembawa acaranya mulai memberi sambutan

“Terima kasih semuanya, maaf membuat kalian lama menunggu! Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat spesial sekali.”

“Mereka adalah kelompok band ‘O’rnij’! Yang akan merilis single mereka ‘GUST’ dalam rangka kembalinya mereka ke dunia musik! Sambutlah mereka dengan meriah!”


“Hai semuanya, kami adalah ‘O’rnij’, sudah lama nggak ketemu kan?!” Kata Baryu mewakili band mereka yang beranggotakan 4 orang.



“…Baryu-ssi, dengar-dengar kondisi kesehatan Anda sempat menurun ya?  Sampai hiatus agak lama, bagaimana keadaan Anda sekarang?” tanya seorang wanita reporter.

“Ahh iya aku mendadak sakit aja, jadi harus hiatus dulu. Tapi sekarang sudah pulih sepenuhnya lho” jawab Baryu


“Malahan sekarang aku lebih sehat lho!  Sampai-sampai aku khawatir apakah  panggungnya nanti bisa roboh gara-gara aku hehe!”


Sihwan memperhatikan Baryu, dia merasa temannya itu tidak wajar.


“Hahaha, syukurlah! Baryu-ssi, sejak dulu Anda memang hebat membawa suasana, bisa membuat hati orang lain jadi senang.”



“Hahaha- makasih”

Jawab Baryu sambil terus tersenyum





unTouchable Episode 110
Enak Sekali!









Cerita berpindah ke ruang tunggu grup O’rnij seusai acara jumpa pers. Di situ hanya ada 3 member O’rnij selain Baryu dan seorang manajernya.




Member A: “Haah… capeknyaa… gara-gara acara comeback ini kita sampai nggak bisa tidur cukup. Sepertinya aku harus bilang selamat tinggal sama waktu-waktu bebasku”,  kata salah satu member O’rnij

Manajer: “Tapi hasilnya bagus. Rating O’rnij saat ini sudah peringkat pertama. Semuanya tolong lebih bersemangat lagi. Hari ini acaranya juga sudah selesai, kalian bisa pulang dan istirahat” kata manajer O’rnij

Member A: “Aku masih ingin main-main lagi, sesudah pulang nanti mau main sejam nggak?”

Member B: “Memangnya kamu masih punya tenaga buat main-main?”


Manajer bertanya pada Sihwan: “Sihwan, kurasa sebaiknya kalian mulai siap-siap. Oya, maaf, apa bisa kamu panggilkan Baryu sebentar?”


Sihwan: “Memangnya Baryu pergi ke mana?”


Manajer“Kurasa dia ada di ruangan pers. Tadi si editor utamanya mencari dia. Orang itu bilang kalau dia fans beratnya Baryu. Biar begitu, ini sudah kelamaan.”





Kemudian Sihwan keluar dari ruangan itu mencari Baryu, dia berusaha menghubunginya lewat HP, tetapi malah masuk voicemail.

 “Dasar anak itu. HP saja tidak dibawanya.” keluh Sihwan


 “Ruang pers-nya ada di mana? Sepertinya di sekitar sini.”


“Ah, ketemu”



Sihwan menemukan pintu bertuliskan PRESSROOM. Lalu dia membukanya dan masuk…



“Permisi. Apa Baryu ada di sini? Aku harus memanggil dia kembali…”

DEG! Alangkah terkejutnya Sihwan melihat seorang wanita terduduk lemas dekat jendela. Energinya dihisap oleh seorang vampir berambut kuning.


“BARYU!!”

kata Sihwan sambil berteriak dan bergegas ke arah wanita itu.

“Oi nona!! Kamu nggak apa-apa? Tolong sadarlah!”

“Baryu! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu nggak sadar kalau dia sudah pingsan?!”



“Buat apa kamu kaget seperti itu? Memangnya kamu nggak bisa lihat apa? Bukannya kalau aku lagi berburu memang seperti itu?”

jawab Baryu dingin


“Lagian dia juga nggak mati, kan? Buat apa kamu pakai teriak-teriak segala? Yang memulai juga dia duluan kok. Dia sendiri yang bilang kalau dia Fans-ku, aku juga diijinkan sentuh-sentuh dia.”


“Tidak peduli apapun, seharusnya kamu tidak boleh bikin dia jadi seperti ini…! Kenapa kamu sekarang jadi begini? Baryu!!”


“Biarpun dulu aku tidak begitu, bukan berarti ini tidak bisa terjadi. Kalau cuma satu atau dua orang yang pingsan saja itu sama sekali bukan masalah, kan?”

jawab Baryu sambil berjalan keluar ruangan itu


“…Apa katamu?”


“Aku ini cuma menuruti kebutuhanku saja. Butuh berapa ya aku serap berapa! Vampir yang lainnya juga sama seperti itu!”


“…Baryu.”




“Justru kamu yang sudah mengerti soal ini harusnya malah bantu-bantu aku. Lagian kalau dia pingsan, bisa jadi pingsannya karena terlalu ngefans sama aku. Ya kan?!”

“Kamu sendiri juga pasti nggak suka dengan gosip-gosip setelah kita comeback, ya kan? Leader?”




“…………………..”


Sihwan tidak bisa berkata apa-apa, lalu dia bertanya pada Baryu



“Sebenarnya kenapa kamu itu berubah jadi begini?!”


“Kenapa kamu tiba-tiba berubah jadi seperti ini…?”


“Padahal aku tahu dulu kamu itu sama sekali bukan seperti ini…”











“…karena aku benci sama manusia”


“karena pada akhirnya manusia akan merebut semua yang dimiliki oleh vampir”


“itulah sebabnya… sekarang aku juga benci sama kamu”




BLAM! Suara pintu ditutup keras-keras, mengiringi Sihwan yang baru saja terkejut mendengar jawaban sahabatnya itu.















kembali di ruang tunggu O’rnij. Sihwan mengatakan pada manajernya kalau wanita yang ditemui Baryu pingsan.

Manajer: “Mendadak pingsan?”

Sihwan: “Dia bilang seperti itu. Katanya sewaktu berbicara berdua tadi, tiba-tiba wanita itu pingsan. Katanya dia lelah sekali. Tapi dia cuma perlu istirahat sebentar, tidak perlu khawatir.”


“Dasar Baryu. Sifatnya memang bikin luluh orang.”


“……………”


Sihwan hanya diam saja merenung bahwa dia baru saja menutupi kenyataan.


















kemudian di asrama O’rnij, Sihwan masuk ke kamarnya, lalu menutup pintu.

Sambil masih berdiri di balik pintu itu, dia teringat-ingat kata-kata Baryu tadi.


“…karena aku benci sama manusia”

“itulah sebabnya… sekarang aku juga benci sama kamu”




“Kenapa bisa jadi begini!?”


“Aku kira kami ini…. selalu jadi teman yang baik.”










Lalu Sihwan mengingat-ingat masa lalu dia sewaktu baru berkenalan dengan Baryu muda sebelum terbentuknya grup mereka. Flashback kisah mereka pun dimulai.

“Kamu Sihwan ya? Senang ketemu kamu! Aku Baryu! Berikutnya kita saling kerjasama ya!”


kata Baryu muda sambil tersenyum


“Wah! Manusia ya? Kamu cool banget!!”

kata Baryu sambil memegang tangan Sihwan. Sihwan pun kebingungan

“Manusia?”






setelah Baryu pergi, salah seorang teman Sihwan mendekat dan mengajak Sihwan bicara.

“Bagaimana, dia unik kan? Maksudku Baryu”

“Anak itu benar-benar good-looking…”

Sihwan mengiyakan dalam hatinya




“Dia terkenal sekali di agensi ini. Dia punya wajah yang sangat bagus. Suaranya juga sangat bagus.”

terlihat Baryu suka menyentuh-nyentuh orang yang lainnya.


“Meskipun masih magang, sejujurnya dia sudah bisa debut saat ini.”


“Hanya saja boss kita sayang pada dia, jadi dia ingin memasukkannya ke grup yang terbaik”

Sambil mendengarkan temannya itu, Sihwan juga memperhatikan tingkah Baryu

“Hmm. Tapi anak itu agak aneh…”


“Sifatnya nggak cocok sama aku.”

“Aku rasa juga nggak mungkin bakalan ketemu dia lagi sih, yang magang kan banyak…”

lalu Sihwan pergi dari tempat itu.
















Di sebuah ruangan bertuliskan A-ROOM. Sihwan dan teman-temannya mengikuti latihan dance. Mereka baru saja selesai.

Instruktur Dance: “Hari ini cukup sampai di sini saja- terima kasih atas kerja keras kalian”

Para murid: “Terima kasih!”


Murid A: “Fuuah– latihan hari ini keras banget! Kalau begini terus bisa-bisa belum pentas aku udah lemes duluan. Sihwan-Hyung, kita mau makan Bingsu* nih, mau ikutan nggak?”
(*es serut Korea)


Sihwan: “Ah, aku nggak ikut. Kalian saja yang pergi, aku masih mau latihan sebentar lagi.”


Murid A: “Kalau begitu nanti tolong diberesin ya.


Sihwan: “Oke, kalian nikmati saja makan-makannya.”



Blam! Pintu ditutup. Sekarang Sihwan hanya sendirian di ruangan itu. Dia langsung merebahkan diri, ternyata dia hanya beralasan saja ingin meneruskan latihan.


“…Huaaaahhh. Capeknya…”

“Namanya juga dance sih…”


“Awalnya, aku kira aku di sini cuma demi musik.”

“Padahal yang kuinginkan di sini cuma menulis lagu…”


“Kalau seperti begini terus… apa aku nanti bisa bertahan?”


Lalu Sihwan tertidur.





Tidak lama kemudian, pintu studio dance itu dibuka. Ada seseorang datang mendekati Sihwan.


Tidak lama kemudian, Sihwan membuka matanya


“Aah… barusan aku tidur ya?”


“Hai.



DEG! Alangkah kagetnya Sihwan ketika membuka matanya, bukan saja tiba-tiba ada orang lain di situ, tetapi bocah berambut kuning itu sudah sangat dekat sekali posisinya dengan dia, dan tangannya memegang tangan Sihwan.


“Kamu, enak sekali lho!









Flashback Sihwan dan Baryu, bersambung












—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.