Sneak Preview unTouchable Episode 109 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 109 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.


Kode warna:
Sia = Hitam Tebal
Jiho = Oranye
Baryu = Kuning
Sihwan = Abu-Abu
Mr. Choi = Merah
Moran = Ungu
Figuran lain = Hijau, dll.
Italic/Miring = tidak diucapkan

Narasi:
italics, hitam biasa

—– START —-

Melanjutkan episode sebelumnya. Sia datang ke tempat kakaknya untuk menanyainya.

“… apa sebenarnya maksud kakak berbuat seperti itu?”

“Sampai tega ngomong sesuatu seperti itu ke Jiho…”

“Padahal… dulu kakak pernah bilang sama aku kalau nggak akan ada masalah apa-apa.”

“Kata kakak, aku ingin pacaran langsung saja pacaran.”

“Di depan aku aja kakak pura-pura kayak mengerti aku.”

“Tapi di belakangku, kakak malah berbuat begitu!?”

“Cepat jelasin semuanya ke aku!!!”

Kata Sia agak berteriak.


Moran diam sejenak

lalu menjawab



“Demi membuat kalian putus…”


“aku akan melakukan segalanya!”

Kata Moran tegas pada adiknya itu





unTouchable Episode 109
Aku Ingin Memastikannya!










“… kakak bilang apa?”, Sia masih tidak percaya dengan kata-kata kakaknya.

“Kamu tidak salah dengar. Demi membuat kalian berdua putus…”

“Aku akan melakukan segalanya.”


“Kakak ini sebenarnya kenapa sih…?!”

“Kenapa kakak tiba-tiba jadi begini?”

“Kak, padahal dulu kakak nggak begini… memang kakak suka berkata pedas, tapi hati kakak lembut. Kakak juga selalu menjaga aku!”

“Dulu kakak selalu menjaga aku…!! Lalu kenapa, tiba-tiba jadi begini…”

“Sebenarnya apa yang bikin kakak jadi nggak terima begini?!!!”

“Memangnya aku sama Jiho ada salah apa?!!!”


“…………………….”

Moran diam sejenak

lalu menjawab



“…karena kamu jadi serius suka sama dia.”

jawab kakaknya itu, disambut tercengangnya Sia



“Kamu kira kakak nggak tahu kalau kamu beneran suka sama Shin Jiho?”



“…Kak……”


“Sejak awal aku kira kamu itu cuma mengejar dia demi cari mangsa.”

“Kalau demi menyentuh-nyentuh dia terus kamu ajak dia pacaran, itu tidak apa-apa, biarpun kedengarannya benar-benar bodoh, tapi itu bisa dimengerti.”

“Karena itu kamu lakukan demi kamu sendiri, Sia”


“Tapi entah sejak kapan, kakak mulai merasa…”

“Kalau perasaan di antara kalian sudah berubah tidak sesederhana itu.”

“Sewaktu kamu melihat mata Jiho,  gerakan, cara bertutur-katamu,  semuanya jadi berubah.”

“Kalau seperti itu, maka keadaannya berubah. Yang harus kulakukan hanya ini saja, yaitu membuat kalian berdua putus.”

“Dia itu manusia. Apa kamu kira kakak ini merestui kalian?”

“Sadarlah, Lee Sia! Kita ini vampir!”

“Kita ini vampir yang menghisap energi manusia demi bertahan hidup.”

“Manusia itu berbeda dengan kita. Di dunia yang sama ini, yang bisa kita hisap hanya energinya mereka.”

“Menurutmu apa hubungan dengan mereka yang cuma kita jadikan sumber energi ini, bisa bertahan kekal?!”

“Tidak peduli apa kamu cinta dia atau pun alasan yang lainnya, manusia dan vampir itu tidak boleh menikah.”

“Biarpun aku tidak tahu kenapa kamu bisa punya perasaan seperti itu terhadap dia…”

“Tapi semua itu awal-awalnya juga karena energinya yang terasa berbeda dari yang lainnya…”

“itu rasa senang karena bisa menikmati makanan yang kamu suka saja”

“Jangan kamu artikan sama dengan perasaanmu padanya.”


“Lagian perasaaan seperti itu cuma sebentar saja, jangan sampai dibuat terlena.”

“Pikirkanlah baik-baik. Apa kamu nggak ingat? Kalau dulu kamu dekati dia bukan karena suka, tapi karena memburu dia?!”

“Jadi kembalilah seperti masa lalu itu!”

“Padahal dulu sewaktu kakak lapor ke ayah, kamu masih wajar-wajar saja…”

Sia menyela


“…kakak salah, aku ini yakin dengan perasaanku.”

“Setiap titik perasaanku terhadap Jiho yang tidak bisa henti-hentinya kurasakan ini…”

“Semuanya itu benar-benar serius.” Sia berpaling.

“Awal-awalnya aku sendiri juga merasa mungkin saja perasaan ini salah…  aku juga merasa kalau ini mustahil.” 

Kata Sia sambil membayangkan Jiho

“Dia itu manusia… sangat berbeda dariku… aku sudah tahu itu, tapi aku juga tidak bisa membohongi hatiku sendiri.

“Setiap kali bersama dengan dia, aku merasakan getaran ini….” 

“Debaran jantungku… dan juga rasa tenang di hatiku…” 

“Semuanya itu nggak ada yang bohong!!”



“Kalau kakak memintaku melihat Jiho sebagai makanan lagi seperti dulu… maaf, aku nggak akan sanggup.”

KRRTT, Sia mengepalkan erat tangannya.


“Justru sekarang aku sudah tidak peduli kalau aku selalu kesulitan menyentuhnya…”

“Yang kuinginkan dari dia… sudah bukan energi yang bisa kuserap dari dia lagi…”



“…. Aku siap bilang semua ini sama Jiho.”





“Sia….”




“…. Aku siap bilang terus terang sama Jiho kalau aku ini vampir…”

“selain itu… aku juga siap cari cara supaya aku nggak akan putus sama dia!”

“Aku akan ada di sisi Jiho selamanya.”


DEG! Moran tercengang, lalu dia dengan berteriak-teriak berkata pada Sia:


“Sia….”

“Hentikan sekarang juga!!! Sia!!!!”

“Sadarlah!!!!!!”


Moran menggenggam tangan Sia.


“Itu tidak ada hasilnya, bersama manusia itu dilarang!!!”


“Lepaskan!!! Tolong kakak nggak usah urusin aku lagi!”


“Tolong dengarkan kakakmu ini!!!!!”


“Kalau ini kamu teruskan… kejadian seperti waktu itu akan terulang lagi!!!!”

“ITU BERBAHAYA!!!!!!!”





DEG, kali ini Sia yang terbelalak.

Dengan terbata-bata, dia menanyai kakaknya


“…. apa maksud kakak?”

“waktu itu…?”

“waktu itu ada apa…?”


“apa yang… berbahaya…?”


“… apa yang terjadi waktu itu?”


Moran kebingungan, tapi dia mengelak.


“…nggak, nggak ada apa-apa”

“nggak ada kejadian apa-apa… Sia… nggak ada apa-apa.”

“maksud kakak… bukan itu.”

“Tolonglah, jangan kacaukan pikiranmu lagi.”


Moran memeluk Sia.


“Tolonglah… dengarkan kata-kata kakakmu satu kali ini saja.”

“Kalau kamu mendengarkan kakak, semua pasti baik-baik saja…”


sambil memeluk Sia, ekspresi Moran masih ketakutan

Begitu pula Sia yang dipeluk kakaknya itu, dia masih syok tidak bisa berkata apa-apa.


“Tolonglah….”


“Jangan kamu ingat-ingat lagi masa lalu itu…”





lalu terlihat ilustrasi Sia kecil yang menangis mengusap-usap matanya, dengan pakaian yang kotor terkena cipratan sesuatu.

























Sia sudah kembali di apartemennya, lalu dia menghubungi Jiho. 


“…. Halo? Jiho… kamu udah bobo belum?”



“Belum. Masih belum kok.”


“Maaf ya Jiho, tiba-tiba aku pergi gitu aja…”


“Nggak apa-apa. Apa masalahnya sudah beres?”



“Aku…. cuma pergi ketemu sama kakakku kok.”


“ah… rupanya begitu”

“… Sia, entah kakakmu bilang apa, aku tidak akan memasukkan ke hati. Meskipun kalau dia bilang dia tidak puas denganku.”

“bukan kok… bukan begitu…”


“Sia, kamu tidak usah terlalu khawatir…”



“Anu…. Jiho….”


”Sebenernya… ada sesuatu yang belum pernah kubilang sama kamu.”

ekspresi Jiho agak kaget

“Tapi bukan seperti yang kamu bayangin kok, Jiho.”

“Perasaanku sama kamu itu bener-bener serius.”

“Jadi untuk soal yang itu, tolong percayalah sama aku.”


“Tapi saat ini… yang belum kubilang sama kamu itu… saat ini juga masih belum bisa kubilang ke kamu.”

“Soalnya ada sesuatu… yang mau aku pastiin dulu…”

“Nanti setelah selesai… aku bakalan cerita semuanya sama kamu.”

“Jadi, tolong tunggu aku sebentar ya…”

“………………….”

Jiho diam sejenak


“Aku bisa mengerti. Aku percaya sama kamu… Sia.”

“Aku akan menunggumu.”







PIP, Sia mematikan teleponnya.

Sambil berkata-kata dalam hati, dia memantapkan dirinya.


“… kakak… maafkan aku”


“tapi aku juga harus cari tahu.”


“kenapa ayah sekeras itu terhadap aku…”


“dan juga… melihat ekspresi kakak yang syok tadi…”


“Ini kulakukan demi Jiho…”

“Juga demi aku sendiri…”


“Jadi aku ingin memastikan…”

“ingin memastikan soal ini…”


Flip, Sia membalik secarik foto yang dulu pernah diambilnya dari kolong ranjang. Posenya sewaktu kecil tengah berdiri di gerbang sekolahan.



“masa laluku yang ada di secarik foto ini……”


“aku ingin tahu apa yang terjadi waktu itu!”




















—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.