Sneak Preview unTouchable Episode 103 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 103 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.


Kode warna:
Sia = Hitam Tebal
Jiho = Oranye
Baryu = Kuning
Sihwan = Abu-Abu
Mr. Choi = Merah
Moran = Ungu
Figuran lain = Hijau, dll.
Italic/Miring = tidak diucapkan

Narasi:
italics, hitam biasa

—– START —-

Cerita diawali dengan mimpi masa lalu Sia.
Di dalam mimpi itu, Sia kecil sedang bermain-main bersama anak kecil lainnya di sebuah bebatuan dekat air terjun kecil.
“Eh, kita lihat-lihat ke sana yuk!”, kata Sia.
“Tunggu! Nanti gimana kalau kita dimarahin…?”, kata temannya itu.
“Nggak bakalan kok, nggak bakalan ada yang tahu. Ayo ikut aja!”
Tiba-tiba suasananya menjadi gelap, terlihat darah yang muncrat keluar diselingi jeritan keras “AAAAAAH”.
Kemudian ada suara seseorang memarahi Sia:
“SIA…!! Apa-apaan kamu itu?!!!”



Hari sudah pagi, cahaya matahari menyinari wajah Sia yang terbangun dari mimpinya itu.
…Cepat sekali sudah terang begini“,  Sia mengucek-ucek matanya
……………….
“Barusan… aku mimpi apa?”




unTouchable Episode 103
Tiba-Tiba Kenapa?


“Yak, bagus! Pertahankan pose itu!”, kata pengarah gaya saat mengatur Sia. Cerita kini berpindah ke studio pemotretan tempat kerja Sia.
“Agak naikkan sedikit bibirmu biar warna merahnya kelihatan”
“OK, kita foto sekali lagi, lalu kamu ganti bajunya.”
“Posenya pertahankan seperti begini saja, kelihatan natural sekali.”
“Kali ini kita juga mau syuting dalam bentuk video, jadi tolong bersiap-siap ya.”
“Iya! Oke!, jawab Sia.
“Sia, kali ini kita mau syuting video lho, jadi kamu harus tampil benar-benar cantik. Ngerti kan?”, kata teman kerja Sia yang ada di sebelahnya.
Cukup seperti biasanya aja kan? Biasanya aku juga cantik sih, hehe., jawab Sia sambil tersenyum.
Kamu cantik cuma gara-gara keturunan saja, bukan karena dirimu sendiri.” Celetuk seseorang yang tidak asing di situ. Sia langsung eneg mendengar suaranya.
Ugh! Suara yang bikin orang jadi sebel ini pasti…!
Kamu itu tidak punya kelebihan apa-apa, bukannya seharusnya kamu bersyukur sama orangtuamu dulu?, kata Mr. Choi.
Orang ini muncul lagi!!!”
Sebelum penjualan dimulai, nanti akan diputar video iklan dan juga fotomu di halaman depan, jadi kamu harus banyak-banyak berjuang, ya!
Akulah yang sudah memilihmu menjadi model di cover, jangan biarkan aku kecewa. Kata Mr. Choi sambil tersenyum sarkastik.


Hmph! Tadinya aku ini memang berniat berjuang sepenuh tenaga, tapi kalau dengar kamu ngomong seperti itu, kayanya lebih baik batal saja deh.,Jawab Sia sinis sambil menyilangkan tangannya


Padahal ini kesempatan yang bagus, posisimu bisa meningkat tinggi sekali.
Video iklan itu nanti akan dibagikan ke sejumlah website yang ternama, ini nanti bisa benar-benar memberi efek bagus buatmu.
Kamu akan jadi pusat perhatian.
Jadi aku harap kamu tidak melakukan tindakan bodoh dengan menuruti mood lalu membuang kesempatan ini

“Itu
kamu nggak usah ngomong aja aku udah tau mesti berbuat macam apa!,
Jawab Sia dengan sangat kesal
“Mana penanggungjawab yang kamu gantikan itu? Memangnya dia nggak balik lagi? Aku udah malas kerjasama sama kamu!
Sayang sekali, kami belum berhasil menemukan dia. Masalah ini sampai kami laporkan sebagai kasus orang hilang, polisi juga masih mencari-cari informasi dari orang-orang di sekitar dia. Ini benar-benar menyusahkan.
Jadi, menyerahlah saja. Tidak usah mengharap-harapkan dia lagi.
UGGH! Sia makin sebal mendengarnya.
“…Oya…”
Kamu dengan Shin Jiho, kalian masih belum berhasil seranjang ya?
DEG! Sia kaget mendengar pertanyaan itu.
“A,a,apaaaa?!! Minta kulaporkan ke polisi?! Ini udah pelecehan seksual!! Emangnya apa hubungannya sama kamu aku udah seranjang ama dia atau belum?!”
Ternyata benar seperti tebakanku, memangnya apalagi yang harus ditunggu-tunggu? Kalian bukannya nggak punya kesempatan, kan?
Atau mungkin, ini gara-gara gelora cinta kalian sudah menurun? Jadi kalian tidak bisa maju lagi? Kata-kata Mr. Choi membuat Sia kepikiran sejenak, lalu dia membentak lagi.
B… berisik!!! A-alasannya bukan karena itu kok!!
“Memangnya hubungan pacaran itu cuma hubungan fisik aja…?!”

Kami ini nggak butuh tidur bareng, cukup saling suka aja dia sudah selalu menjagaku agar tetap bersama dia…”
Menjagamu?kata Mr. Choi dengan senyuman sarkastik lagi.
Kamu benar-benar naïf sekali. Sepertinya kamu sama sekali tidak mengerti soal laki-laki.
Tidak ada laki-laki yang tidak menginginkan terjadi hubungan fisik. Hanya tinggal menunggu kesempatan saja, seorang laki-laki akan selalu memikirkan caranya memiliki pasangannya dengan utuh.
Hmm, kecuali jika sejak awal dia tidak punya pemikiran yang kuat terhadap kamu sih.

……………….”, Sia diam saja mendengarnya, dia merasa kata-kata Mr. Choi ada benarnya.
Selain itu, daripada kamu ulur-ulur terus seperti ini, mendingan berikan saja dia buat aku.kata Mr. Choi menggoda Sia.

Jangan berkata-kata seperti itu seakan-akan Jiho sosis di kulkas!!”
Menurutmu aku bercanda?tangan Mr. Choi menekan tembok di samping Sia, menutup celah seakan-akan Sia dicepit, alias posisi kabe-don!
Saat ini aku cuma menyerahkan dia ke kamu saja
Kalau aku, sampai kapanpun tetap bisa merebut dia kembali.

Jadi, kusarankan kamu jangan berlama-lama lagi.


Kemudian Mr. Choi pergi meninggalkan Sia sambil berkata
Hmph, seandai benar bukan karena gelora cinta kalian memudar, ya sudah perjuangkan saja sana.
Kalau sudah ganti baju dan bersiap-siap, cepat keluarlah. Dan ingat, jangan pasang wajah marah.
……………….”, Sia diam saja melihat Mr. Choi pergi.
Dia pasti salah!!”
Kata Sia dalam hati, berusaha menegarkan dirinya sambil menjalani syuting.
“Pasti salah!!”
“Shin Jiho itu beda dari cowok-cowok lainnya. Dia juga bilang sendiri, cuma perlu ada aku di sampingnya, dia sudah bahagia…”
“Cukup begini aja, dia sudah bahagia…”
“Tapi……, kalau beneran gara-gara gelora cinta memudar, bagaimana?”
Seandainya hari itu… alasan yang dia katakan cuma dibuat-buat untuk menjauhiku…
“Apa dia… sudah nggak mau sama aku lagi…?”
“Nggak! Itu nggak mungkin! Jangan sampai dipengaruhi sama orang jelek itu!!!”
“Padahal tadinya aku biasa-biasa saja kok…!!!”
“Sudah pasti ini gara-gara orang jelek itu yang ngomong seenaknya!!!”
“Bener-bener nyebelin!”
“Memangnya apa hubungannya sama dia sih kalau aku sama Jiho sudah seranjangan atau belum?!”
“Dasar kepo! Hmph!”
Sia…!!
Teriak seseorang di studio itu, lalu Sia menoleh melihat ke arahnya.

Sia!!!!!
Awas di atas kamu!!!!!!
Sia menoleh ke atas, ada lampu penerangan studio yang jatuh hendak menimpanya
PYAARRRR!!!!!
Terdengar suara lampu yang kacanya pecah menyentuh lantai.
Di lantai itu terlihat serpihan kaca dan ada darah yang menetes-netes.
Tes – tes, suara darah itu, tetapi Sia tidak terluka apa-apa. Lalu darah siapa itu?
Perlahan-lahan Sia yang masih memegang kepalanya, membuka matanya pelan-pelan, dan melihat tangan seseorang berdarah-darah sehabis melindunginya dari jatuhnya lampu itu.






Orang itu adalah Mr. Choi.



—– TO BE CONTINUED —-












SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.