Sneak Preview unTouchable Episode 100 Bahasa Indonesia








Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 100 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.


Kode warna:
Sia = Hitam Tebal
Jiho = Oranye
Baryu = Kuning
Sihwan = Abu-Abu
Mr. Choi = Merah
Moran = Ungu
Figuran lain = Hijau, dll.
Italic/Miring = tidak diucapkan

Narasi:
italics, hitam biasa

—– START —-

Di suatu studio tempat pemotretan



“Bagus sekali! Seperti itu gayanya!”, Kata seorang pengarah gaya

“Selesai!”


Rupanya Baryu-lah yang sedang dipotret.

“Baryu, gaya kamu benar-benar cakep sekali lho~”

“Kalau disuruh milih foto mana yang paling bagus,
bisa-bisa pusing kepala ini.”


“Haha, itu sudah pasti. Sejak dulu penampilanku memang bagus!” Jawab Baryu


“Penampilanmu memang selalu menuai pujian


Tiba-tiba Baryu mendengar suara 2 orang perempuan bergosip di situ.

“Eh, Sihwan-oppa di mana? Aksesoris buat modeling berikutnya kan harus dicoba dulu.”Kata cewek A

“Tadi bukannya dia pergi sama cewek ya?” Kata cewek B

“Yang itu tuh, dia terkenal juga kok. Kalau nggak salah namanya Lee Sia deh? Dia bilang mau ngobrol sebentar sama dia terus kembali…”


“Oya?”























unTouchable Episode 100
Aku Akan Ke Sana Sekarang!















cerita berpindah ke Sia dan Sihwan yang berbicara di taman.

“Kebetulan sekali bisa ketemu kamu di sini”, kata Sihwan

“Iya yah. Kebetulan tempat pemotretan kita sama nih.“, Kata Sia 


“Kamu boleh keluar nih? Bukannya lagi sibuk pemotretan?”

“Tidak apa-apa, sesi pemotretan individualnya sudah selesai”

“Oya- selamat ya, kudengar kamu terpilih jadi brand ambassador iklan parfum. Aku baca beritanya”

“Ah-  Itu cuma kebetulan saja kok”


“Akhir-akhir ini kamu bagaimana? Apa persiapan turnya lancar?”

“Tinggal rekamannya saja yang belum selesai. Setelah itu semuanya beres.”

“Hari ini sesi pemotretan juga lancar. Yang penting semua sehat-sehat saja.”

“Karena acara ini pernah tertunda, persiapannya harus lebih mantap lagi”



“Jadi ketua pasti berat yah! Harus mengatur banyak hal…” 

“Apalagi bukan yang bisa selesai dalam satu dua hari.”

“Kalau Baryu… bagaimana kabarnya?”


Sihwan diam sejenak, lalu menjawab.


“Ya, dia baik-baik saja”

“Suaranya juga masih bagus, dia juga sering tertawa. Benar-benar seperti dulu lagi.”


“…. syukurlah.”



“Kamu sendiri bagaimana? Apa masih baik-baik saja dengan oppa-mu itu?”


“Aku sih…”

“Selalu baik-baik saja💛 Hehehe”

Jawab Sia sambil merona malu-malu dalam wujud chibi.


“Rupanya begitu, sepertinya kalian lancar-lancar saja.”

“Tapi apa aku saja yang merasa lancar ya? Soalnya akhir-akhir ini agak……..”

“Itu karena tiap-tiap orang punya caranya sendiri~”


“Tidak baik kalau setiap ada masalah dengan perasaan selalu dibicarakan dengan orang lain, itu sama saja dengan tidak punya kendali pada hidup kita sendiri. Asalkan waktunya baik, pikirkan saja hal-hal baik, itu saja cukup”

“Iya… benar.”


“Tapi Sihwan, aku juga sedikit penasaran sih.”


“Penasaran soal apa?”

“Kamu sendiri, punya perasaan apa sama Baryu?


“Aku ini suka cewek lho!” Jawab Sihwan dengan wajah chibi

“Maksudku bukan dalam hal itu, tapi dalam hal dia sebagai vampir. Kamu merasa seperti apa sama dia?”


“Aku merasa kamu termasuk contoh yang khusus”

“Soalnya kamu tahu dia itu vampir, tapi masih berteman sama dia”


“Saat ini aku kan pacaran sama manusia, jadi aku penasaran”


“Kira-kira bagaimana caramu menerima vampir seperti dia apa adanya”


“……..Dulu aku sendiri juga tidak bisa langsung menerimanya seperti itu” 


“Menurutku ini bagaikan sesuatu yang diletakkan dalam kotak-kotak”


“Sewaktu kita melihat orang lain, ada banyak sekali kotak-kotak yang berisi kesalahanpahaman, lalu mulai memahami mereka dari titik tengahnya.”


“Seandainya dulu sewaktu kami kenalan dia langsung bilang kalau dia vampir”

“Bisa jadi aku tidak berani mendekatinya”


“Tapi kami sudah lama saling mengenal, juga tinggal seasrama”

“Jadi kotak tentang Baryu yang kumiliki sudah terbentuk”

“Dengan begitu, entah dia dibilang vampir atau manusia, semuanya sudah tidak penting lagi”

“Seperti inilah dulu aku menerimanya.”

“Karena teman yang paling pertama kukenal, adalah dia.”



“Tapi seperti katamu tadi, mungkin aku ini termasuk pengecualian. Manusia biasa tidak mungkin akan berpikir begini.”

“Mengenal kotak yang baru, itu tidak akan mudah”

“Setiap orang punya pendapat dan keberadaannya sendiri-sendiri”



“Sia, kita berkenalan setelah aku menerima keberadaan vampir. Jadi kamu bisa seakrab ini denganku.”

“Lalu… menurutmu sendiri, Baryu itu seperti apa buat kamu?”


“…bagaimana mengatakannya ya~” 



“Jalan hidup yang kita jalani tidak sama, jadi aku tidak tahu apa kamu bisa mengerti”


“Tapi dia itu bagaikan ‘muse’ (inspirasi) bagiku”









Setelah itu, mereka berpisah, Sihwan kembali ke studio dan tiba-tiba ditemui oleh Baryu di bawah tangga.





“Habis dari mana saja kamu?” Tanya Baryu


“Tadi pengarah gayanya mencari-cari kamu~”


“Kamu lagi ditunggu untuk foto”


“Ah… cuma urusan kecil”

“…aku pergi mencari udara segar saja.”



“…Dasar bohong”


“Tolong, ini demi orang lain. Jangan lakukan hal-hal yang tidak berguna”



Baryu pun pergi meninggalkan Sihwan

Sementara Sihwan hanya bisa diam saja…

















Cerita berpindah ke Sia

Di perjalanan pulangnya, dia berkata-kata dalam hati

“Kalau memikirkan kotak seperti kata Sihwan tadi…”


“Kira-kira Jiho melihat aku seperti apa ya?”


“Apa dia lihat aku sebagai pacarnya yang cantik dan penurut?”


“Apa suatu hari nanti… sebaiknya aku langsung mengaku saja padanya?”


“Tapi aku masih tidak berani”


“Sebaiknya kutunda dulu sampai kami jadi makin erat…”


“Kalau tiba waktunya, kurasa boleh bilang sama dia kan?”



“Baiklah! Kuputuskan begitu saja! Pertama-tama harus kupastikan dulu rasa cinta kami.”

“Hari ini aku harus paksa dia jadi lebih intim lagi sama aku!”

Kata Sia sambil mengepalkan erat tangannya memantapkan hatinya.







Sementara itu, Jiho di apartemennya, dia menerima SMS dari Sia


“Jiho, aku sudah selesai kerja lho. Sekarang aku ke sana ya💛”

“……………….



Jiho diam saja membacanya, dan wajahnya tidak menunjukkan sorot mata bahagia.








—– TO BE CONTINUED —-











SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.