Sneak Preview unTouchable Episode 96 Bahasa Indonesia












Untuk melihat gambar-gambarnya, kamu bisa buka langsung Episode 96 dari Naver Webtoon Korea di sini.

Belum baca teks terjemahan episode sebelumnya? Cek di sini.

Gambar tidak disertakan karena dibatasi kontrak dengan pengarang.

BACA JUGA UNTOUCHABLE BAHASA INDONESIA (VERSI SUDAH BERGAMBAR)
YANG TERSEDIA DI SINI

JANGAN MENERUSKAN JIKA TIDAK INGIN SPOILER.


Kode warna:
Sia = Hitam Tebal
Jiho = Oranye
Baryu = Kuning
Sihwan = Abu-Abu
Mr. Choi = Merah
Moran = Ungu
Figuran lain = Hijau, dll.
Italic/Miring = tidak diucapkan

Narasi:
italics, hitam biasa

—– START —-

Episode diawali dengan flashback percakapan Baryu dan Moran beberapa episode lalu

“mengenai Sia… biar aku saja yang mengurusnya… kamu fokus sama dirimu sendiri saja dulu” kata Moran

 “Kak Moran, apa rencana kakak…?” tanya Baryu

“Yang pasti aku tidak bisa diam melihat-lihat saja…”


“Yang namanya manusia… tetap tidak kuijinkan”







Kembali ke masa kini, rupanya tadi Baryu lah yang sedang mengingat-ingat percakapan itu. Dia sedang berada di studio rekamannya.

tiba-tiba seorang temannya memanggil dia:

“Baryu! Maaf nih, bisa minta ulang rekaman lagunya satu kali lagi nggak?”

“Ah… oke”

“Lagu yang mana?”

“Yang bonus track”

“Hm? Bukannya yang tadi hasilnya sudah lumayan ya?”


Sihwan yang ada di ruangan itu, diam saja memperhatikan Baryu yang pergi keluar ke ruang rekaman.























unTouchable Episode 96
Jangan-Jangan?















 Please don’t leave me 

 Stand by my side 

 Please don’t leave me 

Just stay in my eyes 

begitulah bunyi bait yang dinyanyikan Baryu


“Bagus. Makasih ya!”

“Sepertinya kamu lagi good mood nih! Kondisi badanmu sudah enakan, nggak?

Jadi idol itu berat, kan?”

“Haha, nggak apa-apa kok. Itu bukan masalah yang harus diseret panjang-panjang”

“Lirik Bonus Track-nya juga bagus lho. Nggak kusangka ternyata kamu juga sangat berbakat menulis lirik”

“Hehe- makasih”

“Bagianku sudah selesai kan? Aku kembali istirahat dulu ya.”


“Ya. Kamu istirahat dulu saja”

BLAM! Baryu kembali ke ruangan tadi lalu menutup pintunya. Sewaktu masih berada di balik pintu itu dengan tatapan suram, Sihwan memanggilnya:

“…Baryu”

“Kita bicara sebentar”

Mereka sekarang berada di atap studio itu dilatari dengan cahaya matahari senja nan kuning. Lalu Baryu menanyainya duluan:

“…mau bicara apa?”

“Kamu… apa kamu baik-baik saja?”

“Soal apa?”

“Kamu kira aku ini tidak sadar? Akhir-akhir ini kamu sangat aneh!”


“Kamu mulai aneh sejak saat itu…”

“Apaan sih, aku kira kamu mengajakku naik ke sini mau bicara sesuatu.”

“Memangnya apa yang aneh dariku?”

“Aku juga baik-baik saja menyanyi lagunya, aku juga lagi bersiap-siap untuk konser kembalinya kita ke panggung.”

“Aku juga tersenyum seperti biasanya kan?”

Kata Baryu sambil tersenyum (?) pada Sihwan. Ada yang tidak wajar dari senyuman itu. Seakan-akan dipaksakan dan berusaha menghindari pertanyaan Sihwan.

“Memang aku harus bagaimana lagi baru bisa dibilang baik-baik saja?”

“…Baryu… kamu”

“Sudahlah, Yoon Si-Hwan.”


“Lain kali, tidak usah terlalu memikirkan aku lagi.”

kata Baryu meyakinkan Sihwan
“Cukup lakukan saja apa yang terbaik buat kamu.”

“Aku pergi dulu. Kalau ada waktu, sebaiknya banyak-banyak latihan saja. Sampai konser nanti, waktunya sudah nggak banyak, ya kan? Ketua grup?”
Baryu berjalan meninggalkan Sihwan

“Tunggu dulu… kamu…!!”


Sihwan menggenggam tangan Baryu dan berusaha mencegahnya pergi

tapi PLAK!!

Baryu melepaskan tangan Sihwan darinya

“Jangan sok bicara seakan-akan kamu tahu semuanya”

kata Baryu memperingatkan temannya


“Dasar manusia!”

Cerita berpindah ke Jiho, yang masih dengan ceria dan bergembira membersihkan rumahnya sampai benar-benar bersih!

“Beresss~~!”

“Sudah lama nggak bersih-bersih, rasanya senang sekali.”


“Rasanya diri ini juga jadi segar…!”


“Tinggal menunggu besok…”


“A…Aku harus mempersiapkan segalanya untuk besok… “


Debumm debumm, Jiho terbata-terbata karena berdebar-debar membayangkan akan bertemu kekasihnya besok

“Tinggal menunggu satu hari lagi, aku bisa bertemu dengannya lagi”

TRRRR TRRRR, HP Jiho bergetar, Moran lah yang menghubunginya.

“Eh? … Moran…?”


Cerita berpindah ke sebuah cafe bernama STARCOFFEE,


“Silakan!” sambut pegawai di situ

Rupanya Jiho lah yang datang ke tempat itu, dia menoleh ke kanan kiri mencari seseorang.
“Jiho, di sini”

Rupanya Moran mengajaknya bertemu di tempat itu

“Ah, dokter, lama tidak bertemu. Sepertinya ini baru pertama kalinya kita bertemu di luar”

“Maaf memanggilmu malam-malam begini…”

“Makasih kamu sudah menyempatkan waktu untuk datang”

“Ah nggak apa-apa kok, tadi aku juga cuma lagi bersih-bersih saja…”

“Ah! Aku benar-benar baru saja bersih-bersih kok, bukan menyemprotkan disinfektan.”

“Sekarang OCD-ku sudah jauh baikan kok!”

Jiho buru-buru menjelaskan tentang kondisi penyakitnya pada Moran
“Tidak perlu gugup begitu.”

“Sebenarnya aku ke sini hari ini, bukan karena urusan kesehatanmu”

“Aku datang ke sini sebagai kakaknya Sia.”

“Eh? Kenapa tiba-tiba…”

“Apa terjadi sesuatu pada Sia?”


“… Sebenarnya, seharusnya aku bilang begini padamu lebih awal”

“Cuma aku tidak tahu saja harus mulai bicara dari mana”

“Meskipun agak terlambat, aku merasa kamu tetap harus tahu.”

“Jiho, apa kamu tahu… alasan kenapa Sia bersamamu?”

“Apa ada alasan yang lainnya? Itu karena kami saling menyukai, kan?”


“…………………….” Moran diam sejenak

“Apa kamu tidak pernah berpikir….”

“Kalau ada alasan yang lainnya?”






















—– TO BE CONTINUED —-

SUMBER TEKS BERASAL DARI UNTOUCHABLE LINE WEBTOON BAHASA MANDARIN DAN KOREA. NARASI KAMI TAMBAHKAN SENDIRI UNTUK MEMPERMUDAH MEMBAYANGKAN TANPA MELIHAT GAMBARNYA. HASIL AKHIR PADA KOMIK BISA JADI ADA PERBEDAAN KARENA AKAN MENGALAMI PENYESUAIAN BEGITU VERSI INGGRISNYA KELUAR.

Check Also

Samsung Kembangkan Sensor Smartphone 576 Megapiksel pada 2025

Kepoin News – Setelah meluncurkan sensor smartphone ISOCELL HP1 200 megapiksel yang baru saja diluncurkan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.